Viral, Ikan Paus Ini Kembalikan iPhone Turis yang Jatuh ke Laut

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Sebuah peristiwa tak biasa terjadi. Seekor paus beluga yang langka mendadak muncul “menyelamatkan” iPhone turis yang terjatuh ke dalam laut.

Peristiwa bermula ketika para wisatawan berkumpul di sekitar kota pelabuhan Hammerfest, Norwegia untuk menyaksikan kemunculan paus beluga yang langka.

Wisatawan bernama Ina Mansika, salah satu di antaranya. Ia pun begitu senang bisa menyaksikan jenis paus yang dianggap ramah terhadap manusia itu.

Namun di saat ia menyaksikan si paus, sebuah insiden tak terduga terjadi. Ponselnya mendadak jatuh ke dalam laut.

“Kami membungkuk di dermaga untuk melihatnya dan berharap mendapat kesempatan untuk mengelusnya.”

“Tapi saat itu, saya lupa menutup saku jaket dan ponsel saya jatuh ke dalam air (laut). Saya sudah pasrah dan putus asa, namun tiba-tiba paus tersebut perlahan naik ke permukaan air dan betapa kagetnya saya sewaktu melihat dia menahan ponsel saya di moncongnya dan mengembalikannya ke saya. Manis sekali,” cerita Mansika, dikutip Jumat, 10 Mei 2019.

Mansika pun tak menyangka jika hewan tersebut bisa melakukannya. “Saya sangat senang dan bersyukur bisa mendapatkan ponsel saya kembali,” katanya.

“Semua orang terkejut. Kami hampir tidak percaya dengan apa yang kami lihat,” ujarnya.

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini