Viral Foto Jadul Jokowi Jadi Panitia Seminar, Eh Narasumbernya Sri Mulyani, Netizen Heboh: Nasib Orang Gak Ada yang Tahu!

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Netizen mendadak heboh usai sebuah foto jadul Presiden Joko Widodo viral di jagat maya. Dalam foto tersebut Jokowi muda sedang menjadi panitia dalam sebuah seminar ekonomi tahun 1998.

Namun yang menarik, ternyata yang menjadi salah satu narasumber dalam seminar tersebut adalah Sri Mulyani yang kini menjabat Menteri Keuangan.

Foto jadul Jokowi itu diunggah oleh akun Twitter @johnyadrian75. Ada beberapa foto yang ia unggah. Dalam salah satu foto terlihat Jokowi sedang berada di atas mimbar, dan di sisi kiri terlihat Sri Mulyani sedang duduk bersama Jaya Suprana sebagai narasumber.

“Tahun 1998, seorang pria dari Solo menjadi panitia sebuah seminar. Beliau mengundang salah satu ekonom terbaik dunia untuk menjadi narasumber seminar. Kemudian 2014 Narasumber itu menjadi seorang Menteri Keuangan, sementara panitia seminar menjadi Presiden Indonesia. Jalan Tuhan,” cuit @johnyadrian75, dikutip Minggu, 19 Juli 2020.

Seminar dalam foto tersebut diadakan oleh Forum Bisnis Surakarta (Forbis) pada 14 Agustus 1998. Adapun tema yang diangkat, “Bisakah Solo Mengangkat Titanic Yang Tenggelam?”. Narasumbernya Sri Mulyani dari Universitas Indonesia dan Pengusaha nasional sekaligus Humorolog Jaya Suprana.

Foto viral ini pun langsung menyedot perhatian netizen. Beragam komentar bermunculan.

“Kalo Tuhan berkehendak tdk ada yg bisa menghalangi bravo pak Jokowi cuma pak Jokowi yg dicatat pake tinta emas dlm sejarah NKRI yg jujur sederhana merakyat tdk korupsi dan membangun semua lini Indonesia Jaya,” tulis @NaburjoTigor.

“Masya Allah Allahuakbar. Ada ujar2/ pepatah orang Minang: ‘Laut Sakti, Rantau Bertuah’. Maknanya kurang lebih: JANGAN SEKALI2/ PERNAH MENGANGGAP REMEH/ ENTENG SESUATU, APALAGI SESEORANG,’ NASIB’ SESEORANG TAK ADA (HANYA ALLAH) YG MAHA TAHU,” komentar @IlfanIlyas.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini