Viral! Driver Taksi Online Dibegal Wanita Cantik, Mobil dan Istri Ikut Raib

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Nasib apes harus dialami oleh seorang driver taksi online. Ia dibegal oleh penumpangnya sendiri. Uniknya sang penumpang adalah seorang wanita. Sang sopir pun harus kehilangan mobil dan istrinya.

Kabar pembegalan ini diungkapkan oleh rekan kerjanya dan menjadi viral di jagad maya. Salah satunya lewat akun instagram @dramaojol.id pada Sabtu, 15 Agustus 2020.

Dalam screenshot postingan tersebut, ada penggalan obrolan antara teman sang driver dengan seseorang yang kemungkinan adalah penumpangnya.

Awalnya sang driver hanya memberitahu bahwa kekinian sering terjadi aksi begal.

“Waduh mas ngeri sekarang, balik jam segini sering begalan,” kata driver.

“Masa? Kayak gimana mas?” tanya si penumpang.

Barulah kemudian driver ini menceritakan pengalaman rekannya sesama driver taksol yang ‘terhipnotis’ oleh payudara customernya.

Berikut ceritanya:

Teman saya, ngangkut penumpang cewek. Terus minta duduk di depan, terus bilang AC-nya gak nyala (padahal dingin banget), terus si cewek-nya buka baju deh, buka bra dan topless.

Teman saya nafsu kan, habislah diken**t, enggak berapa lama eh, kok pusing-pusing pingsan, ternyata puting penumpang dikasih racun, bangun-bangun mobil hilang.

Kasihan temen saya, udah mobil hilang, terus dicerai istrinya.

Gara-gara pas ngurus BAP kronologis, dia jujur depan polisi, eh saat cerita dengan istrinya berbeda, nggak ada part menghisap payudara, ya sudah akhirnya mobil hilang, istrinya hilang juga, kasihan.

Mendengar cerita tersebut, si penumpang justru bingung harus menanggapi seperti apa.

View this post on Instagram

Berabe dah urusan ?

A post shared by Drama Ojek Online Indonesia (@dramaojol.id) on

Unggahan ini pun ramai ditanggapi warganet. Bahkan sudah ada lebih dari 300 komentar di sana.

“Lesson learn, sebelum di en*ot, di lap dulu pake tisu basah, trus di semprot disinfektan ???,” balas pemilik akun @g*mbi*gemb*lgam*ing.

“yakali dari awal aja udah mencurigakan kok duduk depan(?) cewe lagiiii,” ujar @s*fi*ride*i*abd.

“susunya dah kadaluarsa mungkin,” kata @t*_*nso*n*a.
17 jam

“Gak nyambung ceritanya.. Tiba tiba si cewe megang toples gitu? Toples isinya kue lebaran? Kue lebarannya yg ada biusnya?,” balas @a*am*af*zar.

“RACUN KENYOT NO JUTSU,” ujar @d*ar*et*aw*n95.

“Jamannya kenyot sekarang mah wkwk, tahan bentar napa rugi sendiri kan jadinya..,” balas @r*z*l_*ms*h.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Evaluasi Berkelanjutan untuk Memperkuat Program MBG Nasional

Oleh: Rivka Mayangsari*)Pemerintah terus menunjukkan komitmen kuat dalam memastikan keberhasilan Program MakanBergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu program strategis nasional yang berfokus padapeningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Di tengah pelaksanaan program berskalabesar yang menjangkau puluhan juta masyarakat setiap hari, pemerintah menegaskan bahwaevaluasi dan pembenahan berkelanjutan menjadi kunci utama agar manfaat program benar-benardirasakan secara optimal oleh masyarakat.Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya berorientasi padaperluasan cakupan program, tetapi juga pada peningkatan kualitas pelaksanaannya di lapangan. Menurut Presiden, keberhasilan program MBG tidak dapat diukur semata dari jumlah penerimamanfaat, melainkan juga dari ketepatan sasaran, kualitas pelayanan, serta transparansi dalampengelolaannya.Saat ini, program MBG telah menjangkau sekitar 62,4 juta penerima manfaat setiap hari. Jumlahtersebut menunjukkan skala besar komitmen negara dalam memberikan perlindungan sosial danpemenuhan gizi masyarakat. Cakupan program meliputi berbagai kelompok rentan yang selamaini membutuhkan perhatian khusus dari negara, mulai dari 6,3 juta balita, 2 juta ibu menyusui, hingga 868 ribu ibu hamil.Tidak berhenti di situ, pemerintah juga berencana memperluas program bantuan pangan tersebutkepada sekitar setengah juta warga lanjut usia yang hidup tanpa pendamping. Langkah inimenunjukkan bahwa negara hadir untuk memastikan kelompok paling rentan tetap mendapatkanperlindungan dan akses terhadap kebutuhan gizi yang layak.Dalam pelaksanaannya, Presiden Prabowo secara terbuka mengakui adanya dinamika dankekurangan di lapangan. Sikap terbuka tersebut menjadi bukti bahwa pemerintah tidak menutupmata terhadap berbagai persoalan yang muncul selama implementasi program. Sebaliknya, pemerintah memilih melakukan evaluasi secara agresif agar setiap kelemahan dapat segeradiperbaiki.Sebagai bentuk ketegasan, pemerintah telah menghentikan operasional ribuan unit penyedialayanan yang dinilai tidak memenuhi standar kualitas. Langkah ini memperlihatkan bahwapemerintah tidak mentoleransi penyimpangan ataupun kelalaian yang dapat merugikanmasyarakat. Program yang menyangkut kebutuhan dasar rakyat harus dijalankan dengan standartinggi dan pengawasan ketat.Presiden juga mengajak seluruh elemen pengawas, termasuk legislatif dan kepala daerah, untukterlibat aktif dalam mengawal jalannya program MBG. Menurutnya, keberhasilan program nasional tidak dapat hanya bergantung pada pemerintah pusat, melainkan membutuhkan sinergiseluruh pihak agar pengawasan berjalan efektif dan transparan.Langkah evaluasi yang dilakukan pemerintah mencerminkan keseriusan dalam menjagaakuntabilitas program perlindungan sosial. Pemerintah ingin memastikan amanat konstitusiterkait perlindungan masyarakat miskin benar-benar terlaksana secara nyata dan tepat sasaran. Transparansi dan pengawasan menjadi fondasi penting agar kepercayaan masyarakat terhadapprogram pemerintah tetap terjaga.Komitmen penguatan program MBG juga terlihat dari langkah aktif Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, yang memanggil Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman, untuk membahas pembenahan Badan Gizi Nasional (BGN) dan pelaksanaan program MBG. Pertemuan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah terus melakukan koordinasi lintas lembaga guna memastikan program berjalan lebih efektif.Dalam pembahasan tersebut, Gibran menyoroti pentingnya pembenahan internal di tubuh BGN agar pelaksanaan program semakin profesional dan terukur. Pemerintah menyadari bahwaprogram berskala nasional memerlukan sistem manajemen yang kuat serta sumber daya manusiayang kompeten agar implementasinya berjalan optimal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini