Viral! Bocah SMP Kepergok Mesum dengan Pacar di Toilet Masjid

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Kisah sepasang remaja ini menggambarkan betapa mirisnya kondisi pergaulan anak-anak muda di negeri ini. Dua sejoli tersebut dipergoki warga tengah asyik melakukan hubungan seks di dalam toilet masjid di daerah Pinrang, Sulawesi Selatan.

Kedua remaja itu diketahui berinisial IS (18 tahun) asal Siwa, Kabupaten Wajo dan PA (16 tahun) siswi kelas 2 SMP di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.

Kedua pelaku kepergok berbuat mesum di toilet Masjid Nurul Mubhin di Lingkungan Salo II Kelurahan Salo, Kecamatan Watang Sawitto, Kabupaten Pinrang.

Saat dipergoki warga, keduanya sedang dalam kondisi telanjang bulat dan berhubungan layaknya suami istri.

Beruntung, kedua pelaku tak lantas diamuk massa. Warga langsung menyuruh keduanya mengenakan pakaian dan membawa mereka ke rumah kepala dusun setempat.

Kasus pasangan mesum ini pun telah ditangani oleh Polsek Wattang Sawitto dan sedang ditindaklanjuti.

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini