Viral! Ade Londok Banjir Komenta Pedas, Ngomong Kasar ke Pria yang Bonceng Anaknya

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Sosok Ade Londok semakin dikenal publik usai mempromosikan jajanan Odading ‘Mang Oleh’. Ia bahkan diangkat menjadi duta kuliner Jawa Barat oleh Ridwan Kamil.

Namun, baru-baru ini, Ade Londok mendapat komentar negatif dari warganet. Hal ini dipicu video Instagram Ade Londok yang berbicara kasar ke pria yang sedang membonceng anaknya.

Video itu diunggah pada Minggu 18 Oktober 2020 lalu di Instargamnya, @m.adelondok. Isi video menampilak anak kecil yang sedang membawa kerdus sembari dibonceng ayahnya dan membuat Ade mengeluarkan kata kasar.

“Itu gimana kalau anaknya jatuh, dasar bapak g***ok. Taruh saja itu di helm sekalian, dasar bapak g****k,” ujarnya dalam video tersebut menggunakan bahasa Sunda.

Melihat unggahan Ade, pemilik akun Facebook bernama Yadhi Black mengungkapkan fakta lain soal pria yang membonceng anaknya. Tak seperti apa yang ada dipikiran Ade, mereka adalah sepasang ayah dan anak yang saling membantu agar dapat bertahan hidup.

“Karena yang kita lihat belum tentu benar dari kenyataannya. Mereka berdua berjuang demi bertahan hidup,” tulis Yadhi Black.

Dalam video yang dibuat dari kumpulan foto ayah dan anak tersebut, disebutkan pria yang mendapatkan perkataan kasar dari Ade Londok itu merupakan sosok yang bertanggungjawab. Ia merangkap tugasnya sebagai seorang ayah sekaligus ibu untuk mendidik putrinya.

“Ia mendidiknya, membesarkannya, menjaganya dan merawatnya,” tulisan yang nampak dalam video unggahan Yadhi Black di Facebook.

Yadhi dalam unggahannya pung mengungkapkan agar Ade dapat lebih menjaga perkataannya agar terdengar santun. “Lebih santun dalam berkata mungkin akan indah terdengar. Seharusnya, malu DUTA KULINER TAK BISA MENJAGA LIDAH,” ungkapnya dalam unggahan akun Facebooknya.

Unggahan @nenk_update soal Ade Londok.

Video viral tersebut ternyata juga diunggah oleh akun Instagram @nenk_update. Tak sedikit yang kecewa dan menyerang Ade Londok lantaran sudah berkata kasar kepada orang lain.

“Sedih lihatnya,,membantu nggak ,mencaci iya,,siapa sih yg pengen lihat anaknya susah?,,sediih soalnya saya juga jualan delevery panas2an,,hujan ,bawa anak saya 1-1nya krn tidak ada yg dititipi. Pernah nangis dipinggir jln dan minta maaf ke anak berkali2,,,gak semua manusia punya jln hidup sempurna?,” komentar @citarasa**tim.

“Ga pernah tau lucu nya orang ini dmna. Sampe ada di in the kost. Hanya bermodal kata kasar bisa jadi viral. Ga paham lagi sama orang indo, yg sprti ini bisa sampe jadi duta kuliner,” tulis @pand**227.

“Mulutmu harimau mu.. dikira “g***ok2in” orang tu lucu ya.. ?,” kata @acidas**i16.

“Jangan liat semua dari luarnya duta odadingg, liat dari dalam juga. Dia berjuang demi menafkahi anaknya, bukan untuk foya2. RIP akhlak muuu,” tulis @fan**tri16.

“Di balik salah nya mang ade tp emg bnr itu bahaya ga sih, ngeri liat anak nya newel gt duduk nya ngeri jatoh, kl laki eike yg bgtu auto perang dah di rumah,” komentar @vi**nadew.

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Stabilitas Keamanan sebagai Jalan Menuju Kesejahteraan

Oleh: Yonas Wenda*Stabilitas keamanan di Papua bukan sekadar kebutuhan jangka pendek, melainkanfondasi strategis bagi terwujudnya masa depan yang damai, sejahtera, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat. Dalam beberapa waktu terakhir, pendekatanyang dilakukan aparat keamanan menunjukkan arah yang semakin konstruktif, dengan menempatkan sisi kemanusiaan sebagai inti dari setiap langkah. Pendekatanini tidak hanya memperkuat rasa aman, tetapi juga membangun optimisme kolektifbahwa Papua sedang bergerak menuju fase baru yang lebih stabil dan penuhharapan.Kehadiran aparat keamanan di tengah masyarakat kini semakin dirasakan sebagaibagian dari solusi, bukan sekadar instrumen penegakan hukum. Melalui patroli rutin, pengamanan aktivitas masyarakat, serta interaksi yang lebih humanis, negara menunjukkan komitmennya dalam melindungi seluruh warga tanpa terkecuali. Situasi yang aman dan kondusif memungkinkan masyarakat menjalankan aktivitassosial, ekonomi, dan keagamaan dengan lebih tenang, yang pada akhirnyaberdampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup.Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Faizal Ramadhani, menegaskan bahwapendekatan humanis menjadi strategi utama dalam menjaga stabilitas keamanan di Papua. Ia menyampaikan bahwa Polri hadir bukan hanya untuk menjaga ketertiban, tetapi juga untuk memberikan rasa nyaman dan membangun kepercayaanmasyarakat. Pernyataan tersebut mencerminkan transformasi pendekatan keamananyang semakin adaptif terhadap kebutuhan sosial masyarakat Papua, di mana kepercayaan menjadi modal utama dalam menciptakan ketertiban yang berkelanjutan.Hal senada disampaikan oleh Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, AdarmaSinaga, yang menekankan pentingnya konsistensi kehadiran aparat di lapangan. Ia menyatakan bahwa setiap aktivitas masyarakat, termasuk ibadah, harus dapatberlangsung dengan aman sebagai bagian dari hak dasar warga negara. Konsistensiini menjadi bukti nyata bahwa negara tidak pernah abai terhadap kondisi masyarakatPapua, melainkan terus hadir untuk memastikan rasa aman terjaga di setiap linikehidupan.Lebih dari itu, stabilitas keamanan yang terjaga juga memberikan dampak positifterhadap percepatan pembangunan di Papua. Dengan situasi yang kondusif, berbagai program pemerintah dapat berjalan lebih optimal, mulai dari pembangunaninfrastruktur, peningkatan layanan pendidikan, hingga penguatan sektor ekonomiberbasis masyarakat. Dalam konteks ini, keamanan dan pembangunan memilikihubungan yang saling menguatkan,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini