The Power of Kata Santri, Prabowo Subianto Beneran Jadi Menteri!

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengaku diminta untuk masuk ke kabinet Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Meski tak menyebut spesifik pos menteri yang akan ia emban, namun Prabowo menyebut ia akan membantu kabinet Jokowi-Ma’ruf di bidang pertahanan.

“Saya diminta bantu beliau di bidang pertahanan,” ujar Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin 21 Oktober 2019..

Setelah pemberitaan Prabowo menyeruak ke publik, video soal santri laki-laki yang sebut Prabowo adalah seorang Menteri viral di media sosial. Video tersebut diunggah pemilik akun @ivanzulva pada Senin 21 Oktober 2019.

Nampaknya, video itu diambil dari kanal YouTube Presiden Joko Widodo yang diunggah pada 27 Mei 2019 dengan judul “Presiden Jokowi & Santri”.

Dalam dekstripsi unggahannya, terungkap bahwa santri yang menyebut Prabowo Subianto menteri Jokowi bernama Muhammad Aska Fikri. Dia adalah seorang santri di Pondok Pesantren API Tegalrejo, Magelang.

Dalam video tersebut, Jokowi meminta santri tersebut untuk maju kedepan setelah mengangkat jarinya. Seperti kebiasaanya, Jokowi hendak memberikan hadiah sepeda kepada santri.

“Saya bawa lima sepeda, sepeda ini akan saya berikan pada santri yang bisa menjawab pertanyaan saya tunjuk jari,” ucap Jokowi.

“Saya juga bingung mau tanya apa ke santri, suruh ngaji pasti pinter yasudah tanya hal-hal yang umum,” tambahnya.

Kemudian Jokowi pun memilih FIkri untuk maju menjawab pertanyaan.

“Bismillahirrahmanirrahim, nama saya Muhammad Aska Fikri dari pekalongan,” kata Fikri.

Jokowi meminta kepada santri itu untuk menyebutkan tiga nama menteri.

“Tiga saja nama menteri, nama pendeknya gak apa-apa, boleh, pak siapa, bu siapa,” kata Jokowi.

Tak lama, santri itu menjawabnya.

“Nomor satu Bu Megawati. Nomor dua Ahok. Nomor tiga Prabowo,” jawab Fikri.

Sontak jawaban Fikri itu membuat tertawa semua yang ada hadir. Jokowi pun sampai terkekeh mendengar jawaban Fikri sembari salaman dan menepuk pundak santri itu.

Hingga berita ini ditulis, unggahan video @ivanzulva sudah ditonton sebanyak lebih dari 286 ribu kali, dibagikan ulang sebanyak 2,9 ribu kali, serta mendapat 5 ribu likes.

Beragam komentar pun muncul menanggapi video Jokowi dan santri tersebut. Tak sedikit netizen yang menyebut bahwa santri ini adalah seorang visioner.

“pertanyaan sulitnya… santrinya visioner, kata2nya diijabah atau Tuhan sengaja perintahkan santrinya ngomong gitu?,” celoteh @Tholelit.

“Luar biasa santri santri nu.. punya prediksi yg mumpuni,” tulis @Shodiq76131221.

“Wkwk Prabowo tenan dadi menteri. Hebat kamu dek 😂,” kata @hrsfaizal2.

Berita Terbaru

Penguatan Resiliensi Media Dukung Ketahanan Nasional di Ruang Digital

Oleh: Nazira Billa Putri )*Transformasi digital telah membuka peluang besar bagi masyarakat untukmemperoleh informasi secara cepat dan luas. Di sisi lain, perkembangantersebut juga memunculkan tantangan berupa penyebaran hoaks, misinformasi, dan disinformasi yang semakin sulit dibedakan dariinformasi yang benar. Dalam situasi seperti ini, penguatan resiliensi media menjadi faktor penting untuk mendukung ketahanan nasional di ruangdigital sekaligus menjaga kualitas informasi yang diterima masyarakat.Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam membangunekosistem informasi yang sehat melalui penguatan peran media danpeningkatan kualitas layanan digital. Langkah tersebut menjadi bagiandari strategi nasional untuk memastikan ruang digital Indonesia tetapmenjadi sarana yang aman, produktif, dan mampu memperkuat persatuanbangsa di tengah derasnya arus informasi global.Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasidan Digital, Fifi Aleyda Yahya, menegaskan bahwa pers memiliki posisistrategis sebagai benteng pertahanan dalam menghadapi hoaks dandisinformasi. Menurutnya, media yang menjalankan fungsi jurnalistiksecara profesional menjadi garda terdepan dalam menjaga kualitasinformasi yang beredar di tengah masyarakat.Fifi menilai kecepatan perkembangan teknologi tidak boleh mengurangikomitmen terhadap akurasi informasi. Karena itu, pemerintah bersamainsan pers memiliki tanggung jawab yang sama untuk memastikan setiapproduk jurnalistik tetap mengedepankan kepentingan publik sertamemberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat. Pendekatan tersebutmenjadi semakin penting ketika ruang digital dipenuhi arus informasi yang bergerak sangat cepat dan tidak seluruhnya melalui proses verifikasi.Pandangan serupa disampaikan Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat,yang menilai pers tetap menjadi kebutuhan penting masyarakat di tengahledakan informasi digital. Menurutnya, informasi kini telah menjadikebutuhan mendasar sehingga masyarakat membutuhkan sumberinformasi yang dapat dipercaya sebagai rujukan dalam memahamiberbagai peristiwa.Di tengah meningkatnya volume informasi, keberadaan media profesionalmenjadi penentu kualitas ruang publik. Media yang mengedepankanprinsip verifikasi, keberimbangan, dan tanggung jawab sosial akanmemperkuat kepercayaan masyarakat sekaligus mengurangi ruang bagiberkembangnya informasi yang menyesatkan.Upaya memperkuat ketahanan informasi juga didukung melalui berbagaiinovasi digital yang dikembangkan pemerintah. Pengakuan internasionalterhadap tiga inovasi Indonesia dalam ajang World Summit on the Information Society (WSIS) Prizes 2026 menjadi bukti bahwa transformasidigital nasional semakin mampu menghadirkan solusi yang bermanfaatbagi masyarakat.Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menilai pencapaiantersebut menunjukkan kualitas inovasi digital...
- Advertisement -

Baca berita yang ini