Temannya Minta Maaf, YouTuber Ferdian Paleka Malah Cari Sensasi Terus

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kasus bagi-bagi ‘sembako’ sampah yang dilakukan YouTuber Ferdian Paleka masih menjadi sorotan. Sementara sang YouTuber belum menunjukkan etikad baiknya, teman Ferdian, Tubagus Fahddinar mengungkapkan permintaan maafnya.

“Ass wr wb, selamat malam semuanya, saya pribadi memohon maaf atas kekhilafan saya. Mohon maaf atas tindakan saya yang semestinya tidak seperti itu,” kata dia di Instagram Stories miliknya yang kini sudah menghilang.

“Memohon maaf kepada pihak-pihak yang merasa dirugikan atas tindakan saya, pada dasarnya manusia tidak luput dari kesalahan. Sekali lagi saya memohon ampun kepada Allah SWT, Sang Pencipta langit dan bumi dan seisinya. Semoga saudara-saudaraku berkenan memaafkan di bulan penuh rahmat ini,” katanya lagi.

Ia pun berjanji akan menjadi pribadi yang lebih baik. Tak hanya itu, dikatakannya ia juga belajar dari kesalahan yang sudah pernah dilakukannya. “Insya Allah saya akan menjadi pribadi yang lebih baik, dan lebih selektif dalam melakukan tindakan,” paparnya lagi.

BACA JUGA: 5 Fakta Kasus Prank ‘Sembako’ Sampah YouTuber Ferdian Paleka

Dalam video yang diunggah Ferdian ke Channel YouTube miliknya, ia memang tidak sendiri. Ada beberapa teman yang turut andil dalam video tersebut.

Sementara itu, setelah viral, Ferdian ternyata sempat membuat sebuah video klarifikasi permohonan maaf kepada netizen. Tapi lagi-lagi, video tersebut hanya prank belaka. Permohonan maaf yang dilontarkan tidak tulus dari hati terdalamnya.

“Saya pribadi meminta maaf atas kelakuan saya, dan itu tapi bohong yaaa,” ucap Ferdian Paleka di Instagram.

Meski sudah ramai mendapatkan kecaman dari netizen, ia seolah tak kapok dan kembali membuat sensasi. Bagaimana tidak, Ferdian mengaku akan menyerahkan diri kepada pihak yang berwajib dalam hal ini kepolisian namun dengan satu syarat.

Syarat ini tak lain dan tak bukan adalah jika pengikutnya tembus di angka 30k alias 30 ribu. Sontak hal ini langsung membuat ia dituding memang hanya sekedar ingin pansos dengan kasus perilaku buruknya itu.

“Gw minta maaf buat semua orang yg tersinggung atas video saya (emoji),” jelas Ferdian. “Gw bener gatau skrg harus ngapain, tembus 30k followers gw bakal nyerahin diri ke kepolisian. Gw bukan pansos atau apapun itu, gw bener2 lg down skrg dan gatau harus berbuat apa.”

Sekali lagi Ferdian menyebut dengan jelas jika followers-nya mencapai target tersebut dengan suka rela ia akan langsung menyerahkan diri. “Intinya tembus 30k followers gw bakal langsung nyerahin diri ke kepolisian,” imbuhnya.

Sebelumnya, aksi bagi-bagi ‘sembako’ yang dilakukan YouTuber Ferdinan Paleka kepada waria mendapat kecaman dari publik. Pasalnya, kardus yang dibagikan itu diisi sampah.

Kini, sosok Ferdinan pun menjadi perbincangan netizen. Setelah melakukan aksi tak terpuji itu sang YouTuber dicari-cari hingga dilaporkan ke polisi.

View this post on Instagram

. Ditunggu prank nya lagi yaaaaa

A post shared by OFFICIAL LAMBE TURAH ENTRNT (@lambe_turah) on

1 KOMENTAR

  1. Belum tahu dia kalo waria tsb punya organisasi yg kuat untuk melakukan perlawanan atas perbuatan tidak menyenangkan thd rekannya yg dikasih sembako sampah #KomenPositif

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Upaya Bersama Diperlukan untuk Jaga Situasi Kondusif Saat Idul Fitri

Oleh: Hafidz Ramadhan Pratama Perayaan Hari Raya Idul Fitri yang selalu identik dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, dinamika sosial, serta potensi kerawanan keamanan, kebutuhan akan sinergi lintas sektor menjadisemakin mendesak untuk diwujudkan secara konkret. Stabilitas keamanan dan ketertibanmasyarakat tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, melainkan jugamemerlukan dukungan aktif dari pemerintah daerah, tokoh masyarakat, hingga peran strategismedia sebagai penyampai informasi yang membentuk persepsi publik. Dalam konteks ini, menjaga suasana kondusif bukan sekadar upaya teknis, tetapi juga merupakan bagian darikomitmen kolektif dalam merawat persatuan di tengah keberagaman. Kapolda Jawa Timur Irjen Nanang Avianto menegaskan pentingnya memperkuat kolaborasiantara kepolisian dan media melalui momentum buka puasa bersama insan pers yang tergabungdalam Pokja Polda Jatim. Kegiatan yang turut dihadiri Wakapolda Jatim Brigjen Pasma Royce serta jajaran pejabat utama tersebut menjadi simbol bahwa komunikasi yang terbuka dansinergitas yang solid merupakan fondasi penting dalam menjaga stabilitas daerah, khususnya saatada agenda nasional dan Idul Fitri. Dalam pandangannya, insan pers memiliki posisi strategissebagai mitra kepolisian dalam menyampaikan informasi yang akurat dan berimbang kepadamasyarakat, sehingga mampu mencegah berkembangnya informasi yang menyesatkan. Irjen Nanang Avianto juga melihat bahwa media tidak hanya berfungsi sebagai penyampaiinformasi semata, tetapi juga berperan sebagai penyejuk di tengah dinamika sosial yang berkembang. Dalam situasi yang rawan terhadap provokasi dan penyebaran informasi yang tidakterverifikasi, media diharapkan mampu menghadirkan pemberitaan yang edukatif sertamembangun opini publik yang konstruktif. Dengan demikian, masyarakat tidak mudahterpengaruh oleh isu-isu yang dapat memicu keresahan atau konflik. Ia menekankan bahwaketerbukaan informasi publik merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mewujudkantransparansi dan akuntabilitas, yang pada akhirnya akan memperkuat kepercayaan masyarakatterhadap institusi negara. Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Maluku melalui Wakil Gubernur Abdullah Vanath turutmengingatkan pentingnya menjaga harmoni dan memperkuat toleransi antarumat beragama, terutama karena perayaan Idul Fitri dan Hari Raya Nyepi berlangsung dalam waktu yang berdekatan. Abdullah Vanath menilai bahwa masyarakat Maluku memiliki pengalaman panjangdalam menjaga kebersamaan, sehingga diharapkan mampu mempertahankan kondisi yang amandan damai. Ia menegaskan bahwa masyarakat saat ini telah menunjukkan kedewasaan dalamkehidupan sosial, sehingga tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang berupaya memecahbelah persatuan. Abdullah Vanath juga mengingatkan bahwa pengalaman masa lalu harus dijadikan pelajaran agar konflik serupa tidak kembali terulang. Menurutnya, tidak ada alasan bagi masyarakat untukkembali pada situasi yang pernah menimbulkan perpecahan. Justru, momentum perayaankeagamaan harus dimanfaatkan untuk memperkuat rasa persaudaraan dan saling menghormati. Dalam konteks ini, toleransi bukan hanya menjadi konsep normatif, tetapi harus diwujudkandalam sikap nyata, seperti menghormati pelaksanaan ibadah masing-masing umat beragama. Langkah konkret juga ditunjukkan melalui koordinasi yang dilakukan Pemerintah ProvinsiMaluku dengan forum komunikasi pimpinan daerah, tokoh agama, serta aparat keamanan. Sinergi ini bertujuan memastikan bahwa seluruh potensi gangguan dapat diantisipasi sejak dini, sehingga perayaan hari besar keagamaan dapat berlangsung dengan aman dan lancar. Pendekatankolaboratif ini menunjukkan bahwa stabilitas tidak dapat dicapai secara parsial, melainkanmelalui kerja sama yang terintegrasi. Hal senada juga disampaikan Kapolda Nusa Tenggara Barat Irjen Pol Edy Murbowo S.I.K. M.Si. yang mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan danketertiban wilayah saat perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 dan Idul Fitri 1447 Hijriah. Dalam keterangannya, Irjen Edy Murbowo menekankan pentingnya menjagakebersamaan dan memperkuat nilai-nilai toleransi sebagai fondasi utama dalam menciptakanstabilitas keamanan. Ia menilai bahwa perbedaan keyakinan bukanlah penghalang untuk hiduprukun, melainkan kekuatan yang dapat memperkokoh persatuan. Irjen Edy Murbowo juga melihat bahwa momentum perayaan dua hari besar keagamaan yang berdekatan dapat menjadi sarana untuk mempererat tali persaudaraan antarumat beragama. Iamengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan masing-masing agar tetapaman dan kondusif, sehingga seluruh rangkaian perayaan dapat berjalan dengan tertib dan penuhkedamaian. Seruan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keamanan bukan hanya tanggungjawab aparat, tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh warga. Dalam satu tahun terakhir, pemerintah telah menunjukkan berbagai capaian signifikan dalammenjaga stabilitas nasional, mulai dari keberhasilan mengendalikan inflasi terutama saat haribesar keagamaan, peningkatan efektivitas pengamanan arus mudik melalui koordinasi lintasinstansi, hingga penguatan layanan publik berbasis digital yang semakin memudahkanmasyarakat dalam mengakses informasi dan layanan. Selain itu, upaya memperkuat moderasiberagama serta pendekatan humanis yang dilakukan aparat keamanan juga berkontribusi dalammenciptakan suasana yang lebih kondusif di berbagai daerah, sehingga kepercayaan publikterhadap pemerintah terus meningkat. Dengan melihat berbagai upaya yang telah dilakukan oleh aparat keamanan, pemerintah daerah, serta dukungan masyarakat, dapat disimpulkan bahwa menjaga situasi kondusif saat Idul Fitrimembutuhkan komitmen bersama yang berkelanjutan. Sinergi antara media, pemerintah, danmasyarakat harus terus diperkuat agar setiap potensi gangguan dapat diantisipasi dengan baik. Oleh karena itu, seluruh elemen bangsa diajak untuk terus menjaga persatuan, meningkatkantoleransi, serta berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman dan damai, sehinggamomentum Idul Fitri benar-benar menjadi ajang mempererat kebersamaan dan memperkuatharmoni sosial di Indonesia. *) Peneliti Keamanan Dalam Negeri dan Komunikasi Publik
- Advertisement -

Baca berita yang ini