Sweet! Pria Ini Genggam Tangan Istrinya yang Dijauhi Gara-gara Pakai Seragam Perawat

Baca Juga

MATA INDONESIA, INTERNASIONAL – Sejak kemunculan wabah penyakit COVID-19, para petugas medis harus bekerja ekstra. Tak sedikit dari mereka yang rela meninggalkan keluarganya demi ikut menyembuhkan orang-orang yang terjangkit virus corona.

Pengorbanan mereka sungguh luar biasa. Meski demikian, ada saja orang yang mulai menghindari petugas medis. Misalnya saja saat perawat yang berjalan dengan seragam khasnya di ruang publik. Mereka takut bisa terinfeksi.

Pengalaman dijauhi ini pun dialami oleh seorang perawat bernama Peng Cheng Yu. Suaminya, Yeo Yeu Ann, di akun Facebooknya membagikan pengalaman sang istri yang dijauhi orang lain saat menggunakan transportasi umum.

Para penumpang lain takut Peng Cheng Yu yang berprofesi perawat ikut terjangkit COVID-19 dari pasiennya. Oleh karena itu, asumsi orang-orang, Peng Cheng Yu sudah positif mengidap COVID-19.

“Dia memperhatikan orang-orang di sekitar yang menjauhinya karena seragam kerja yang dipakai. Bukannya marah, istriku malah khawatir dan berpikir untuk mengganti pakaiannya sebelum naik kereta. Dia sangat memperhatikan lingkungannya,” tulis Yeo Yeu Ann dalam akun Facebook-nya.

Dikutip dari World of Buzz, Kamis, 13 Februari 2020, untuk menghibur istrinya, ia menggenggam tangan di depan umum. Ia ingin membuktikan, istrinya yang saat itu memakai seragam perawat, merasa aman berada di dekatnya. Bahkan, ia bangga terhadap profesi istrinya.

Dia juga memberikan pesan khusus pada orang-orang yang merasa takut tertular virus corona saat berada di dekat dokter, perawat, maupun petugas medis lainnya saat mereka menggunakan seragam.

“Dengar, jangan bodoh. Perawat dan dokter sangat hati-hati dalam menjaga kebersihannya dan rajin mencuci tangan. Jangan jauhi mereka seperti ini. Untuk kalian yang memiliki pacar, istri, atau suami yang menjadi petugas medis, tetap dukung, hormati, dan cintai mereka,” katanya.

“Pegang tangan mereka saat di depan umum dan tegaskan pekerjaan mereka lah yang telah membantu banyak orang lolos dari wabah penyakit itu, bukan mereka yang malah menyebabkannya,” lanjutnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Gerai Koperasi Merah Putih sebagai Penghubung Ekonomi Desa

Oleh: Citra Kurnia Khudori)*Gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) hadir sebagai wajah barupenguatan ekonomi desa yang semakin terorganisir, modern, dan berdaya saing. Inisiatif ini tidak hanya membangun unit usaha, tetapi juga menciptakan ekosistemdistribusi yang lebih efisien dengan memperpendek rantai ekonomi dari produsenlangsung ke konsumen, sehingga nilai tambah dapat dirasakan lebih optimal oleh masyarakat desa.Keberadaan gerai koperasi menjadi sarana strategis dalam memperluas aksespasar bagi pelaku usaha lokal. Produk-produk unggulan desa kini memiliki kanaldistribusi yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan, membuka peluang peningkatanskala usaha sekaligus memperkuat posisi ekonomi masyarakat. Melalui pendekatanini, KDKMP berperan sebagai penggerak utama ekonomi kerakyatan yang mendorong kemandirian dan pertumbuhan ekonomi dari tingkat desa.Lebih dari itu, Gerai KDKMP merepresentasikan semangat kemandirian ekonomiberbasis gotong royong. Dengan pengelolaan yang tepat, gerai ini berpotensimenjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi desa yang inklusif dan berkelanjutan.Untuk diketahui, hingga akhir Maret 2026, pembangunan KDKMP menunjukkanprogres signifikan. Puluhan ribu titik kini telah memasuki tahap Pembangunan. Sementara itu, lebih dari 3.000 unit sudah rampung dan siap dimanfaatkanmasyarakat dalam waktu dekat. Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan, dalamwaktu dekat pemerintah akan mulai mendistribusikan berbagai komoditas untukmengisi unit-unit KDKMP tersebut. Ia berharap KDKMP menjadi pusat distribusipangan dan kebutuhan masyarakat di tingkat desa....
- Advertisement -

Baca berita yang ini