Siapakah Sosok Selina yang Ngaku Sudah Meninggal saat Telepon Prambors? Begini Tebak-tebakan Netizen

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Baru-baru ini salah satu radio swasta, Prambors menerima panggilan misterius dari seorang penelpon yang mengaku sudah meninggal. Penelepon tersebut merupakan korban kecelakaan lalu lintas.

Rekaman penelpon misterius viral di Twitter usai diunggah Prambors melalui akun @Prambors. Video rekaman berdurasi 1 menit 57 detik ini bahkan sudah ditonton sebanyak lebih dari 335 ribu kali.

“PENELFON #DGITM TADI PAGI” tulis cuitan @Prambors.

Dalam segmen ‘Desta Gina In The Morning’, dua penyiar Prambors yakni Desta dan Nycta Gina menerima penelpon yang berkisah mengenai kejadian nahas yang menimpa si penelpon dan teman-temannya.

Penelpon mengaku bernama Selina. Dia mengatakan bahwa beberapa bulan yang lalu, ia bersama teman-temannya mengalami kecelakaan mobil saat akan liburan ke luar kota.

Lebih lanjut, karena mengalami kecelakaan yang cukup parah, ia menyebut bahwa seluruh penumpang mobil tersebut tidak ada yang selamat, yang tentu saja termasuk dirinya.

Jelas saja penelpon yang ngaku sudah meninggal ini membuat banyak orang termasuk Desta dan Gina ketakutan. Saat dipastikan mengenai nasibnya, penelpon bernama Selina ini hanya tertawa sebelum kemudian menutup telepon.

Setelah kisah ini viral di Twitter, banyak netizen yang melakukan penelusuran mendalam untuk menemukan berita kecelakaan yang menewaskan seluruh penumpang mobil.

Netizen dengan akun @Berinisial_IA malah menemukan berita kecelakaan yang menewaskan 4 pengemudi mobil. Kecelakaan ini terjadi di Tol Cipularang pada 12 September 2019.

Netizen lain dengan akun @claramood melakukan pencarian Google ‘Selina Kecelakaan’. Dirinya justru menemukan cuplikan sinetron Indonesia ini.

Beredarnya rekaman telepon itu menimbulkan perdebatan di kalangan netizen. Ada yang mengatakan bahwa hal itu bukan gimmick semata, dan adapula yang menyebut itu rekayasa atau settingan.

 

Berita Terbaru

Reformasi Menyala di Era Prabowo: Dari Disiplin Aparat ke Birokrasi Profesional

*) Oleh : Gavin AsaditReformasi sering terdengar seperti slogan, tetapi di era Presiden Prabowo Subianto, ia mulai diletakkan sebagai agenda kerja yang bisa diukur—terutama pada sektoryang paling menentukan kualitas negara: Polri, TNI, birokrasi, dan penegakan hukum. Komitmen untuk menjaga dan mempercepat reformasi bukan hanya soal merapikanprosedur, melainkan menata ulang watak tata kelola: dari budaya nyaman menjadibudaya akuntabel, dari kekuasaan yang sulit disentuh menjadi kekuasaan yang tunduk pada aturan.Komitmen tersebut selalu ditekankan Presiden Prabowo dalam berbagai agenda pemerintahan, termasuk saat mendorong reformasi menyeluruh di sejumlah lembaga strategis negara. Pemerintah memandang reformasi bukan sekadar...
- Advertisement -

Baca berita yang ini