Pesan Jasa PSK Online, Cowok Ini Syok yang Datang Malah Pacarnya Sendiri

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Majunya era digital ternyata dimanfaatkan oleh sebagian orang untuk hal-hal negatif. Salah satunya untuk sarana prostitusi online.

Para wanita penjaja seks komersial menggunakan media sosial untuk mempromosikan jasa mereka. Dan para pria hidung belang pun memanfaatkan media sosial sebagai sarana untuk mencari para wanita yang menawarkan servis bagi mereka.

Seperti yang tergambar dalam kisah berikut ini. Namun kocaknya, kisah ini berujung apes bagi si pelaku.

Seorang pemuda 20 tahun asal Hubei Tiongkok bernama Jie memesan jasa PSK secara online melalui aplikasi WeChat. Ia memanggil si PSK untuk datang ke kamar hotel yang diinapinya.

Obrolan antara keduany berlangsung via chat. Setelah sepakat, Jie pun mentransfer uang sebesar 400 Yuan atau sekitar Rp 799 ribu ke PSK.

Tak lama kemudian, si PSK pun datang mengetuk pintu kamar hotelnya. Namun betapa syoknya Jie, saat membuka pintu kamar yang dilihatnya justru pacarnya sendiri.

Usut punya usut, ternyata Jie salah mengirim pesan chatting saat memesan jasa PSK. Pesan yang harusnya ia kirim ke PSK justru dikirimnya ke sang pacar.

Tak ayal, pacar Jie pun naik pitam lantaran mengetahui ulah “nakal” Jie di belakangnya. Jie dan pacarnya pun bertengkar hebat di hotel hingga berteriak-teriak dan membuat keributan.

Staf hotel pun sampai harus menghubungi pihak berwajib untuk menghentikan pertengkaran pasangan kekasih tersebut.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Kebijakan DHE SDA Perkuat Fondasi Ekonomi Rakyat dan Stabilitas Keuangan

Oleh: Dhita Karuniawati )*Pemerintah resmi memberlakukan kebijakan baru terkait Devisa Hasil Ekspor SumberDaya Alam (DHE SDA) mulai 1 Juni 2026. Kebijakan ini menjadi salah satu langkahstrategis yang ditempuh pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi nasionalmelalui peningkatan retensi devisa di dalam negeri. Langkah tersebut tidak hanyabertujuan menjaga stabilitas sektor keuangan, tetapi juga memastikan bahwa manfaatdari kekayaan sumber daya alam Indonesia dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat.Di tengah kondisi ekonomi global yang masih diwarnai ketidakpastian, ketegangangeopolitik, serta fluktuasi pasar keuangan internasional, kemampuan suatu negara dalam menjaga cadangan devisa menjadi faktor penting untuk mempertahankanstabilitas ekonomi. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah terus berupayamemperkuat ketahanan ekonomi nasional agar tidak mudah terpengaruh oleh guncangan eksternal. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kebijakanpengelolaan DHE SDA yang lebih optimal. Selama ini, sebagian besar devisa hasil ekspor sumber daya alam masih banyaktersimpan di luar negeri sehingga manfaatnya bagi perekonomian domestik belummaksimal. Padahal, Indonesia merupakan salah satu negara penghasil komoditasterbesar di dunia, mulai dari batu bara, minyak sawit, nikel, tembaga, hingga berbagaiproduk mineral lainnya. Potensi devisa yang dihasilkan sektor tersebut sangat besardan dapat menjadi sumber kekuatan ekonomi nasional apabila dikelola secara tepat.Melalui Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2026, pemerintah mewajibkan eksportirsektor sumber daya alam untuk menempatkan devisa hasil ekspornya di dalam negeri. Kebijakan tersebut dirancang sebagai bagian dari strategi jangka panjang untukmemperkuat stabilitas nilai tukar rupiah, meningkatkan likuiditas valuta asing, dan memperluas ruang pembiayaan pembangunan nasional.Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan bahwa pemerintahmewajibkan eksportir sumber daya alam untuk merepatriasi devisa hasil ekspornya kedalam negeri dengan tingkat kepatuhan penuh. Menurutnya, kebijakan tersebutdirancang untuk meningkatkan ketersediaan valuta asing di pasar domestik, menjagastabilitas nilai tukar rupiah, serta memperkuat pembiayaan pembangunan nasional. Dalam ketentuan baru tersebut, eksportir sektor nonmigas diwajibkan menempatkan100 persen DHE...
- Advertisement -

Baca berita yang ini