Mulan Jameela Update IG Story soal Orang Munafik, Warganet: Ngomongin Diri Sendiri?

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Aktris sekaligus anggota DPR RI Mulan Jameela kembali mendapat sorotan dari warganet. Bukan soal kinerjanya menjadi anggota parlemen, kali ini unggahan Instagram Story Mulan pun menjadi bahan nyiyiran warganet.

Dalam unggahannya, Mulan Jameela menjelaskan pengetian tentang muslim, mukmin, dan muttaqin. Selain itu ia juga menerangkan soal makna dari kata takwa.

Dan, yang paling menarik perhatian ialah ketika dirinya menyebutkan ada dua jenis orang muslim, yakni muslim mukmin dan muslim munafik.

Ada 2 jenis muslim..
1.Muslim mukmin
2.Muslim munafik,” tulis Mulan Jameela di Instagram Story-nya.

Sontak saja unggahan tersebut menarik perhatian dan diunggah kembali di beberapa akun gosip. Mulan Jameela lagi-lagi diingatkan soal skandalnya yang diduga merebut Ahmad Dhani dari Maia Estianty.

Kata-kata pedas pun banjir di kolom komentar unggahan Instagram gosip yang mengunggah kembali Instagram Story-nya itu. Bahkan secara terang-terangan netizen menyebut dirinya adalah sebagai jenis muslim yang kedua dalam unggahannya tadi.

“Lagi ngomongin diri sendiri minn.. 😂😂,” tulis @bintang_**el.

“Yang munafik yg diem diem suka sama laki orang,dan menikam teman dari belakang,udah tau perbuatan itu dilarang tapi masih dilakukan,tau ajaran agama tapi yg buruk masih dilakukan,itu namanya muslim munafik,” komentar eneng.**uy.

Meskipun demikian, tak sedikit pula dari mereka yang memberin dukungan kepada wanita yang kerap mendapatkan bully-an dari netizen itu.

“Saya suka mba Mulan ..semoga terus istiqamah mbaq,” ungkap @put**.cut.

“Alhamdulilah skrng teh Mulan mau belajar agama Islam..mudah2an bisa menjadi Muslimah yg baik.. Terlepas dr kisah masalalu.. Setiap orang punya hak utk memperbaiki.. Alloh maha pemaaf,” kata opana**ndi.

Berita Terbaru

Renovasi Hunian Layak untuk Papua, Strategi Pemerintah Percepat PemerataanPembangunan

Oleh : Loa Murib Renovasi hunian layak di Papua bukan sekadar program fisik pembangunan rumah, melainkanstrategi besar pemerintah dalam mempercepat pemerataan pembangunan dan meningkatkankualitas hidup masyarakat di Tanah Papua. Di tengah berbagai tantangan geografis, sosial, danekonomi, kebijakan perumahan yang terintegrasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadifondasi penting untuk memastikan bahwa kesejahteraan tidak hanya terpusat di wilayahperkotaan Indonesia bagian barat, tetapi juga menjangkau wilayah timur secara adil danberkelanjutan. Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Perumahandan Kawasan Permukiman yang digelar di Kantor Kementerian Dalam Negeri di Jakarta. Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan dukungannya terhadap realisasiprogram Tiga Juta Rumah yang menjadi inisiatif Presiden Prabowo Subianto. Program tersebutdinilai strategis karena menyasar kebutuhan dasar masyarakat, terutama kelompokberpenghasilan rendah, melalui penyediaan hunian terjangkau dan layak huni. Dorongan kepada pemerintah daerah untuk memaksimalkan peluang program tersebut menjadisinyal kuat bahwa pembangunan perumahan tidak dapat berjalan parsial. Tito Karnavianmemandang bahwa kepala daerah memiliki tanggung jawab langsung dalam mengangkat harkatdan martabat masyarakat melalui penyediaan hunian yang layak. Dukungan regulatif pun diperkuat dengan kebijakan pembebasan retribusi Persetujuan Bangunan Gedung serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, yang harusditetapkan melalui peraturan kepala daerah. Langkah ini menunjukkan bahwa percepatanpembangunan bukan hanya soal anggaran, tetapi juga penyederhanaan birokrasi dankeberpihakan kebijakan. Optimalisasi Mal Pelayanan Publik di daerah juga menjadi instrumen penting untuk memangkaswaktu dan biaya perizinan. Dengan proses yang lebih cepat dan transparan, pembangunan rumahbagi masyarakat berpenghasilan rendah dapat segera direalisasikan tanpa terhambat proseduradministratif yang berlarut-larut. Pendekatan kolaboratif antara pusat dan daerah inilah yang menjadi kunci agar program nasional benar-benar berdampak nyata di lapangan. Di Papua, respons terhadap kebijakan tersebut tampak progresif. Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, menyampaikan bahwa pemerintah provinsi siap menggenjot program bantuanperumahan melalui berbagai skema, mulai dari rumah subsidi, renovasi rumah tidak layak huni, hingga pembangunan rumah susun. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pemerintah daerahtidak sekadar menjadi pelaksana, tetapi juga mitra aktif dalam merancang solusi yang sesuaidengan karakteristik sosial budaya masyarakat Papua. Data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan kebutuhan perumahan di Papua masih cukuptinggi. Kondisi ini tidak terlepas dari realitas sosial di mana satu rumah kerap dihuni olehbeberapa generasi sekaligus. Dalam konteks budaya Papua yang menjunjung tinggi ikatankekerabatan, pola hunian multigenerasi menjadi hal lumrah. Namun di sisi lain, keterbatasanruang dan kualitas bangunan yang belum memadai dapat berdampak pada kesehatan, kenyamanan, serta produktivitas keluarga. Karena itu, target pembangunan dan renovasi rumah di Papua pada 2026 menjadi langkahstrategis. Direncanakan sekitar 14 ribu unit rumah akan dibangun melalui berbagai skemabantuan, dengan tahap awal mencakup sekitar 2.100...
- Advertisement -

Baca berita yang ini