Mulai Meresahkan, Warga Sekitar Citayam Fashion Week Protes: Mau Keluar Rumah Susah

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Sebuah video yang memperlihatkan warga yang tinggal di kawasan Sudirman protes karena padatnya jalanan yang digunakan untuk Citayam Fashion Week.

Dalam video tersebut, seorang pria mengendarai motor terlihat emosi dan membentak orang-orang yang ada di sekitar jalanan Sudirman yang digunakan untuk Citayam Fashion Week.

Pada video yang beredar luas, pria tersebut mengatakan bahwa kegiatan Citayam Fashion Week ini sangat mengganggu, dan warga sekitar yang menjadi korban.

“Tolong dikasih jalan, kasian warga sini jadi korban,” ucapnya seraya berteriak.

Pria tersebut pun menyampaikan keresahannya mewakili warga sekitar kawasan Sudirman yang daerahnya digunakan untuk Citayam Fashion Week.

“Minggir sebentar, kasihan warga sini bang, mau makan aja susah bang, mau keluar rumah sendiri aja susah bang,” sambungnya.

Belum diketahui, kapan pria bermotor ini protes kepada para pengunjung Citayam Fashion Week. Namun, dilansir dari @insta_julid, banyak netizen yang mendukung pria tersebut.

“Wkwkwkwk mantapp pak, mewakili sekali pak makasihh,” tulis netizen.

“Setuju, Mengganggu pengendara lain juga, resiko terjdi kecelakaan juga ga sih,” tambah netizen.

“Makasih pak sudah mewakilkan, kita menghargai kreativitas mereka tapi jangan sampai menggangu aktifitas dan kenyamanan warga sekitar. Lebih banyak hal positif yg bisa dilakukan tanpa berkerumunan setiap hari,” sambung netizen.

“Tuh yang bela mikir dong masak jalan umum dipake buat fashion week gajelas. Seminggu sekali mungkin oke ini tiap hari,” sahut netizen.

“Kan kan apa dikata cuma bikin macet aja udah sekarang lebih dipantau aja lagi, jadi ganggu warga yang lewat,” tutup netizen.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Insta Julid (@insta_julid)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dari Laboratorium ke Industri: Momentum Hilirisasi Riset Indonesia

Oleh: Juniansyah Putra)*Kemajuan sebuah bangsa pada era modern ditentukan oleh kemampuannyamengubah pengetahuan menjadi inovasi yang memberikan manfaat nyata bagimasyarakat. Indonesia memiliki modal besar berupa sumber daya manusia yang terus berkembang, jaringan perguruan tinggi yang semakin kuat, serta dukunganpemerintah terhadap penguatan riset dan teknologi. Dalam konteks tersebut, hilirisasi riset menjadi langkah strategis untuk mempercepat transformasi Indonesia menuju negara maju berbasis inovasi.Pemerintah menempatkan pengembangan riset dan inovasi sebagai salah satufondasi penting pembangunan nasional. Berbagai kebijakan diarahkan untukmemastikan hasil penelitian tidak hanya menjadi kontribusi akademik, tetapi juga dapat berkembang menjadi teknologi, produk, dan layanan yang meningkatkanproduktivitas, memperkuat industri nasional, serta membuka peluang ekonomi baru. Langkah ini menunjukkan komitmen kuat negara dalam membangun ekosisteminovasi yang berdaya saing global.Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menegaskan bahwaperguruan tinggi memiliki peran sentral sebagai motor penggerak hilirisasi risetnasional. Menurutnya, kampus tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai sumber lahirnya teknologidan solusi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta dunia usaha. Melalui kolaborasi antarkampus dan kemitraan dengan berbagai sektor, potensi risetIndonesia dapat dimanfaatkan secara lebih luas dan lebih cepat.Brian menjelaskan bahwa budaya inovasi di lingkungan perguruan tinggi terusdiperkuat agar para peneliti terdorong menghasilkan karya yang memiliki nilaitambah tinggi. Pendekatan ini mencerminkan perubahan paradigma penting dalampembangunan nasional, yaitu menjadikan penelitian sebagai penggerakpertumbuhan ekonomi sekaligus sarana meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Publikasi ilmiah tetap menjadi indikator kualitas akademik, namun keberhasilan risetjuga diukur dari sejauh mana inovasi tersebut memberi dampak nyata bagikehidupan masyarakat.Untuk mendukung transformasi tersebut, pemerintah bersama perguruan tinggi terusmemperkuat ekosistem inovasi melalui pengembangan inkubator bisnis, pusatinovasi, perlindungan hak kekayaan intelektual, serta kemudahan kemitraan dengandunia usaha. Langkah-langkah ini menciptakan lingkungan yang kondusif bagilahirnya perusahaan rintisan berbasis teknologi dan pengembangan industri nasionalyang lebih modern.Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Arif...
- Advertisement -

Baca berita yang ini