Modus! Alasan Kelebihan Sel Darah Putih, Cowok Ini Ajak Pacarnya Berhubungan Seksual

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Bukan tanpa alasan selama ini banyak pihak yang menggaungkan pentingnya edukasi seks sejak dini. Hal ini dilakukan untuk mencegah pelecehan atau kekerasan seksual semakin marak dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Baru-baru ini media sosial dihebohkan dengan kisah seorang wanita yang diminta oleh pacarnya untuk melakukan hubungan intim dengan alasan yang tak masuk akal.

Cerita tersebut dibagikan akun Twitter @CatGoldwynMyr pada Kamis 31 Oktober 2019. Akun tesebut membagikan foto dari bidikan layar percakapan WhatsApp yang dia dapatkan dengan caption, “Dapet dari YPKBN. Penting nya #SexEducation”.

Dalam percakapan tersebut, dapat disimpulkan bahwa ada seorang wanita yang mengaku sudah pernah berhubungan seksual dengan alasan ingin membantu pacarnya yang lagi sakit.

Dalam unggahan selanjutnya disebutkan bahwa pacarnya beralasan dirinya kelebihan darah putih sehingga harus dikeluarnya. Ternyata yang dikeluarkan adalah ‘sperma’ bukan darah putih.

Sontak saja unggahan tersebut viral di media sosial. Tak sedikit warganet prihatin dengan cewek yang ‘dimanafaatkan’ oleh pacarnya itu. Mereka juga mendukung pentingnya edukasi seks sejak dini.

“Nnti kalo punya anak ciwik,jangan segan-segan ya ngajarin edukasi seks biar nggak digoblokin sama laki-laki pas gede. :(,” tulis @missanomal1.

“bisa gitu yaa kepikiran kena penyakit kelebihan sel darah putih😂,” celoteh @NandiniRamadha.

“akibat pacaran dan gatau sex education☹,” kata @fyndii.

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini