Miris! Pria Ini Menunggu Ijazah Selama 3 Bulan, Hasilnya Begini

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Malangnya nasib pria bule ini. Kisahnya viral dan ramai diperbincangkan di sosial media lantaran ia mendapati ijazah hasil menimba ilmu di perguruan tinggi yang tersobek-sobek. Kabarnya, pria tersebut sudah menunggu ijazahnya selama tiga bulan.

Pria tersebut bernama George, mahasiswa yang menuntut ilmu di salah satu universitas di Amerika. Beberapa waktu lalu ia mengunggah foto di akun Twitternya @gerge_prentice dan memperlihatkan penampakan ijazahnya yang telah robek terbagi tiga.

“Sangat senang. Aku menunggu 3 bulan untuk ini,” tulis George menggambarkan perasaannya melihat ijazahnya yang robek-robek.

Ijazah tersebut dikirimkan melalui pegawai United States Postal Service (USPS). Sebab, sebelumnya George melaksanakan wisuda secara virtual akibat pandemi covid-19. Sehingga mengharuskan ijazahnya diantar oleh kurir.

Meski demikian, pihak USPS telah meminta maaf atas kejadian tak mengenakan tersebut pada George. Mereka berdalih bahwa banyak paket yang harus diantar sehingga ijazahnya jadi tertumpuk dengan barang lain dan jadi rusak.

Mengetahui hal itu, George tak bisa berbuat apa-apa kecuali pasrah. Ia harus menerima kenyataan hasil kerja keras selama kuliah di perguruan tinggi tersebut dengan kondisi yang sudah robek.

”Saya menghargai orang-orang yang berkata baik. Kesalahan sudah terjadi dan aku percaya ini akan segera beres,” kata George dalam unggahannya.

Setelah mengunggah cerita tersebut, banyak dari warganet yang menceritakan pengalaman yang sama terkait pengiriman ijazah mereka. Ada yang bolong, tertekuk, hingga luntur.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini