Lomba Gerak Jalan, Ibu-Ibu Ini Berdandan Ala Domba ‘Shaun The Sheep’: Mbeeek

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Hari Kemerdekaan Indonesia sangat identik dengan penyelenggaraan berbagai lomba, salah satunya lomba gerak jalan.

Dilansir dari akun TikTok @posting_sekarepe19 di daerah Desa Kalipancur, Kecamatan Blado, Kabupaten Jawa Tengah, sekelompok ibu-ibu PKK ikut serta dalam lomba gerak jalan.

Tak hanya gerak jalan biasa, ada sejumlah peserta kreatif yang menjadikan lomba tersebut makin menghibur, ibu-ibu tersebut memakai kostum yang membuat mereka sangat mirip dengan domba dalam serial animasi anak-anak Shaun the Sheep.

Bukan saja pakai baju, celana, dan penutup kepala yang menyerupai bulu domba, wajah mereka juga diwarnai hitam seluruhnya supaya makin mirip seperti domba-domba di Shaun the Sheep.

Sementara itu, sang pemimpin barisan memakai kostum seperti tokoh The Farmer, yang merupakan gembala dari domba-domba di Shaun teh Sheep.

Sambil berjalan dengan langkah yang serentak, sekelompok ibu-ibu tersebut juga kompak meneriakkan ‘mbek’ dengan tempo yang selaras, dan membuat aksi mereka bertambah kocak.

Video gerak jalan sekelompok ibu-ibu PKK mengenakan kostum domba pun lantas viral di media sosial karena sangat menghibur dan menyita perhatian netizen.

@posting_sekarepe19

kemeriahan 17an. #batangjateng♥️♥️?♥️ #firaltiktok???✌️ #semangathutri #gerakjalan2022 #gerakjalanlucu #gerakjalanlucu #konyol #fypシ #firaltiktok #17agustus #semangatindonesia

♬ suara asli – Mas kholiq – Mas kholiq

“Kenapa musti mbe mbe sih wkwkwkw,” tulis netizen.

“Mana ‘mbe mbe mbe’ nya bareng banget lagi, ga kebayang anaknya kalo nnton ibunyaa,” tambah netizen.

“Sumpah ngakak,” sahut netizen.

“Hahaha cukup creative bngeet…panitia please kasih menang yaaa,” timpal netizen.

“LUCU BGT HOI,” tutup netizen.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini