Lagi Viral Kasus Bunuh Diri Lee Hyun Seob, Orang Tua Tuntut Keadilan Gagara Sekolah Lindungi Pelaku

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kasus bunuh diri Lee Hyun Seob, siswa berusia 17 tahun di Korea Selatan menyedot perhatian netizen di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Orang tuanya kini sedang mencari keadilan karena anaknya diduga di-bully di sekolah.

Kasus tersebut masih dalam penyelidikan pihak kepolisian setempat. Namun, yang menarik perhatian publik, pihak sekolah diduga pelindungi pelaku perundungan yang menyebabkan Lee Hyun Seob bunuh diri.

Lee Hyun Seob merupakan salah satu siswa dari SMA Gangwon Foreign Language Korea Selatan. Sekolah ini merupakan sekolah asrama, dimana para siswa menghabiskan waktu 24 jam bersama.

Melalui akun instagram @1m_not_goodatgoodbye milik Hyun Seob yang saat ini di-handle oleh ibunya, ia mendapat perlakuan tindak kekerasan dari sejak ia bangun tidur hingga mau tidur kembali. Lee Hyun Seob kemudian memutuskan untuk mengakhiri hidupnya pada 27 Juni 2021 dengan cara melompat dari gedung sekolah.

Segera setelah kematian, sekolah mengklaim bahwa itu tidak ada hubungannya dengan kekerasan di sekolah. Namun, menurut kesaksian teman-teman, itu adalah kombinasi dari cyberbullying, bullying, dan ketidakpedulian guru. Oleh karena itu, orang tuanya menuntut keadilan untuk anak mereka.

Berdasarkan surat yang diposting di akun instagramnya, remaja itu nampaknya begitu tertekan dengan perilaku intimidasi yang ia terima. Ia menuliskan, “Kenapa kamu berfikir aku baik-baik saja? Aku belum makan apapun sejak hari Sabtu, bahkan aku tidak bisa melihat langit karena aku selalu menangis tiap kali aku melihat ke atas. Mereka tidak melihat ke aku dan aku pikir sudah tidak ada alasan untuk menjadi lebih baik lagi. Rumor akan tersebar seolah-olah itu benar.”

“Jadi, apa yang harus aku lakukan selain harus berpura-pura baik-baik saja? Aku benar-benar ingin bunuh diri. Memotong diriku sendiri? Tidak apa-apa asal lukanya bisa ditutupi. Aku baik-baik saja ketika berkumpul, tapi itu juga menggangguku, ini juga berbahaya bagi kalian. Sepertinya aku tidak baik-baik saja. Tolong aku,” lanjutnya.

 

Ibu Hyun Seob tidak terima perlakuan yang diterima oleh anaknya. Apalagi sekolah yang ia duga seperti membela pelaku bullying. Inilah alasan utama ibu Hyun Seob untuk mempublikasikan derita anaknya melalui instagram.

Di postingan surat anaknya, ibu Hyun Seob menambahkan, “Anak saya yang berharga, Hyun Seob meninggal akibat perlakuan bullying dan kekerasan secara terus menerus. Usianya masih 17 tahun. Sekolah mencoba menutupi kasus ini hingga sekarang. Karena untuk melindungi sekolah dari serangan masa.”

Ia melanjutkan, “Keluarga memutuskan untuk mempublikasikannya agar sekolah tidak lagi menutupi kasus ini ketika masyarakat tahu kenyataannya. Bagikan surat ini dan bagikan cerita tentang anak saya. Bagikan surat ini bahwa anak saya menulisnya hingga ia tidak dapat menahannya sampai akhir. Terimakasih atas bantuanmu,”

Ibu Hyun Seob mencoba untuk membuat tagar #justiceforhyunseob dan juga mencantumkan link petisi di kolom bio instagram. Petisi ini dicantumkan agar masyarakat dapat mendesak kepolisian atau penegak hukum untuk segera mengusut kasus ini lebih mendalam.

Hingga hari ini Selasa, 20 Juli 2021, ada sebanyak 289.252 orang yang ikut mengisi petisi tersebut. Data ini dapat dilihat dari link petisi berikut: https://www1.president.go.kr/petitions/599610.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Revitalisasi Irigasi Daerah Percepat Terwujudnya Swasembada Pangan Nasional

Oleh: Kevin Purba )*Pemerintah terus memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional melaluipercepatan pembangunan dan revitalisasi jaringan irigasi di berbagaidaerah. Langkah tersebut menjadi bagian penting dari strategi besarmewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan sekaligusmemastikan sektor pertanian mampu tumbuh lebih produktif dan kompetitif. Di tengah meningkatnya kebutuhan pangan dan tantanganperubahan iklim, keberadaan sistem irigasi yang andal menjadi faktorutama dalam menjaga kesinambungan produksi pertanian nasional.Selain pembangunan infrastruktur dasar lainnya, penanganan irigasidaerah menjadi salah satu fokus utama pemerintah karena memilikidampak langsung terhadap produktivitas lahan pertanian dan kesejahteraan petani. Melalui perbaikan jaringan pengairan, pemerintahberupaya memastikan setiap lahan pertanian memperoleh akses air yang memadai sepanjang musim tanam.Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan bahwapercepatan pelaksanaan program prioritas Presiden terus dikawal secaraketat. Menurutnya, pemerintah tidak hanya berfokus pada penyelesaianproyek secara cepat, tetapi juga memastikan mutu pekerjaan, ketepatansasaran, serta akuntabilitas pelaksanaannya. Salah satu capaian penting yang menunjukkan keseriusan pemerintahterlihat pada program penanganan irigasi daerah. Program tersebutditargetkan menjangkau jaringan irigasi yang melayani area pertanianseluas 19.760 hektare. Hingga akhir Mei 2026, progres fisikpelaksanaannya telah mencapai 82,73 persen, menunjukkan bahwarevitalisasi infrastruktur pengairan berjalan sesuai arah yang telahditetapkan.Kemajuan tersebut menjadi indikator positif bahwa pemerintahmenempatkan sektor pertanian sebagai prioritas pembangunan nasional. Keberadaan jaringan irigasi yang lebih baik akan meningkatkanketersediaan air bagi petani sehingga aktivitas budidaya dapatberlangsung secara lebih optimal. Keberhasilan percepatan program pembangunan infrastruktur tercerminpula dari realisasi anggaran Kementerian Pekerjaan Umum yang menunjukkan tren positif. Hingga akhir Mei 2026, realisasi anggaran telahmencapai Rp33,49 triliun atau 31,39 persen dari total pagu yang tersedia. Sementara itu, progres fisik mencapai 35,71 persen, lebih tinggidibandingkan capaian pada periode yang sama dalam dua tahunsebelumnya.Dukungan terhadap langkah pemerintah juga datang dari DPR RI. KetuaKomisi V DPR RI, Lasarus, memberikan apresiasi terhadap kinerjaKementerian Pekerjaan Umum dalam menjalankan berbagai program strategis. Menurutnya, percepatan pelaksanaan pembangunan perlu terusdilakukan agar target pembangunan nasional dapat tercapai secaraoptimal dan manfaatnya dirasakan secara luas oleh masyarakat.Lasarus menilai pentingnya memperkuat sinergi antara pemerintah dan DPR dalam memastikan program prioritas Presiden berjalan efektif. Kolaborasi yang baik antara seluruh pemangku kepentingan diyakini akanmempercepat pencapaian berbagai target pembangunan, termasuk dalambidang ketahanan pangan yang saat ini menjadi salah satu fokus utamapemerintah.Upaya memperkuat irigasi juga dilakukan oleh pemerintah daerah. Di Provinsi Bengkulu, percepatan penyelesaian persoalan irigasi menjadiperhatian utama dalam mendukung Program Cetak Sawah Rakyat...
- Advertisement -

Baca berita yang ini