Klarifikasi Video Viral Pengantin Wanita yang Histeris Melihat Mantannya Datang

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Belakangan ini media sosial diramaikan dengan video yang menampilkan mempelai wanita menangis histeris saat melihat mantannya datang ke acara resepsi pernikahannya. Video ini pun viral hingga munculnya klarifikasi dari pihak keluarga.

Seorang akun Facebook bernama M Saefullah yang mengaku sebagai kakak mempelai laki-laki pun memberikan klarifikasi atas kejadian itu. Ia mengaku sangat kecewa dan malu dengan sikap yang dilakukan sang mempelai wanita.

“Adik kami selalu suaminya sangat maluuuu, acara sakral yang harus kami terima dengan penuh kebahagiaan malah dibuat rusa ulah perempuan yang tak tahu malu. Jika memang si perempuan gak ada cinta kenapa harus menerima lamaran adik kami malah pas liat uang banyak ijo matanya mau menikah,” tulis pemilik akun M Saefullah, dikutip dari Instagram @berita_gosip, Senin 14 Desember 2020.

Selain itu, adapula Akun lain bernama Pha Puspatriwardani, juga turut memberikan penjelasan terkait kronologi kejadian yang memilukan itu. Ia mengungkapkan alasan sang mempelai wanita histeris memang benar karena melihat mantan kekasihnya.

“Jadi gini nih aku mau kasih tau aja, berhubung saya sedikit tahu kronologinya. Jadi tuh si cewek memang dari awal udah nangis-nangis sebab lihat mantan pacarnya datang. Nah pas si mantan mau ngucapin selamat sekalian mau pulang eh si cewek enggak terima pantesan histeris gitu,” tulisnya.

 

Sempat beredar jika sang mempelai wanita disebut dipaksa untuk menikah dengan pria itu. Namun, hal itu dibantah akun tersebut mengatakan jika tidak ada pemaksaan pada mempelai perempuan.

“Terus perihal tentang kawinnya dipaksa itu sebenarnya enggak bener. Jadi pihak laki-laki nya tuh sudah kasih waktu buat dia (mempelai wanita) mikir sebelum dibawa ke rumahnya laki-laki. Pas hari H nya si cewek terima mau nikah. Nah pas acaranya ni nih ketemu mantan eh malah enggak terima. Selese acara dia si cewek baru ngaku kalo dia enggak cinta sama lakinya. (begok emang gali kuburan sendiri). Kayaknya dia cuma cinta hartanya aja,” tulis akun Pha Puspatriwardani.

Kabarnya, pasangan pengantin itupun akhirnya memutuskan untuk langsung bercerai. Karena kekacauan yang sudah dibuat oleh sang mempelai wanita, ia pun disebut diminta untuk ganti rugi.

Dan berikut klarifikasi dari si mantan pacarnya yang mengaku diundang oleh pihak pengantin. Bukan, datang sebagai tamu tak diundang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Evaluasi Berkelanjutan untuk Memperkuat Program MBG Nasional

Oleh: Rivka Mayangsari*)Pemerintah terus menunjukkan komitmen kuat dalam memastikan keberhasilan Program MakanBergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu program strategis nasional yang berfokus padapeningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Di tengah pelaksanaan program berskalabesar yang menjangkau puluhan juta masyarakat setiap hari, pemerintah menegaskan bahwaevaluasi dan pembenahan berkelanjutan menjadi kunci utama agar manfaat program benar-benardirasakan secara optimal oleh masyarakat.Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya berorientasi padaperluasan cakupan program, tetapi juga pada peningkatan kualitas pelaksanaannya di lapangan. Menurut Presiden, keberhasilan program MBG tidak dapat diukur semata dari jumlah penerimamanfaat, melainkan juga dari ketepatan sasaran, kualitas pelayanan, serta transparansi dalampengelolaannya.Saat ini, program MBG telah menjangkau sekitar 62,4 juta penerima manfaat setiap hari. Jumlahtersebut menunjukkan skala besar komitmen negara dalam memberikan perlindungan sosial danpemenuhan gizi masyarakat. Cakupan program meliputi berbagai kelompok rentan yang selamaini membutuhkan perhatian khusus dari negara, mulai dari 6,3 juta balita, 2 juta ibu menyusui, hingga 868 ribu ibu hamil.Tidak berhenti di situ, pemerintah juga berencana memperluas program bantuan pangan tersebutkepada sekitar setengah juta warga lanjut usia yang hidup tanpa pendamping. Langkah inimenunjukkan bahwa negara hadir untuk memastikan kelompok paling rentan tetap mendapatkanperlindungan dan akses terhadap kebutuhan gizi yang layak.Dalam pelaksanaannya, Presiden Prabowo secara terbuka mengakui adanya dinamika dankekurangan di lapangan. Sikap terbuka tersebut menjadi bukti bahwa pemerintah tidak menutupmata terhadap berbagai persoalan yang muncul selama implementasi program. Sebaliknya, pemerintah memilih melakukan evaluasi secara agresif agar setiap kelemahan dapat segeradiperbaiki.Sebagai bentuk ketegasan, pemerintah telah menghentikan operasional ribuan unit penyedialayanan yang dinilai tidak memenuhi standar kualitas. Langkah ini memperlihatkan bahwapemerintah tidak mentoleransi penyimpangan ataupun kelalaian yang dapat merugikanmasyarakat. Program yang menyangkut kebutuhan dasar rakyat harus dijalankan dengan standartinggi dan pengawasan ketat.Presiden juga mengajak seluruh elemen pengawas, termasuk legislatif dan kepala daerah, untukterlibat aktif dalam mengawal jalannya program MBG. Menurutnya, keberhasilan program nasional tidak dapat hanya bergantung pada pemerintah pusat, melainkan membutuhkan sinergiseluruh pihak agar pengawasan berjalan efektif dan transparan.Langkah evaluasi yang dilakukan pemerintah mencerminkan keseriusan dalam menjagaakuntabilitas program perlindungan sosial. Pemerintah ingin memastikan amanat konstitusiterkait perlindungan masyarakat miskin benar-benar terlaksana secara nyata dan tepat sasaran. Transparansi dan pengawasan menjadi fondasi penting agar kepercayaan masyarakat terhadapprogram pemerintah tetap terjaga.Komitmen penguatan program MBG juga terlihat dari langkah aktif Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, yang memanggil Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman, untuk membahas pembenahan Badan Gizi Nasional (BGN) dan pelaksanaan program MBG. Pertemuan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah terus melakukan koordinasi lintas lembaga guna memastikan program berjalan lebih efektif.Dalam pembahasan tersebut, Gibran menyoroti pentingnya pembenahan internal di tubuh BGN agar pelaksanaan program semakin profesional dan terukur. Pemerintah menyadari bahwaprogram berskala nasional memerlukan sistem manajemen yang kuat serta sumber daya manusiayang kompeten agar implementasinya berjalan optimal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini