Kenal dari Aplikasi Kencan, Pria Ini Kecewa Berat Ternyata Pacarnya Laki-laki

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Baru-baru ini kisah tentang seorang pria tertipu dengan pacar yang ia temui melalui aplikasi kencan viral di media sosial. Bukan wanita, rupanya selama ini ia memacari laki-laki.

Kisah awalnya dibagikan oleh pengguna Tiktok @gumay9 namun kemudian diunggah ulang oleh banyak akun media sosial, salah satunya @igtainmenttt. Pria tersebut menceritakan kisah yang dia alami secara nyata.

Berdasarkan video yang dibagikan, mereka bertemu melalui sebuah aplikasi kencan secara online. Keduanya tak saling mengenal satu sama lain.

“Kisah nyataku aku dipertemukan gadis manis di suatu aplikasi dating karena dia yang memfollowku duluan,” ceritanya, dikutip pada Rabu 23 Juni 2021.

Pria tersebut juga membagikan foto wanita yang terlihat mengenakan jilbab. Ia menganggap kenalannya itu memiliki kepribadian yang baik.

“Awalnya berkenalan dengan baik dan manis dan aku lihat attitude yang baik,” ujarnya.

Hubungan mereka pun berlanjut hingga akhirnya pria tersebut ingin mengajak wanita itu untuk menuju ke hubungan yang lebih serius. Keduanya pun memutuskan untuk bertemu.

Namun, pria tersebut justru terkejut ketika menemui wanita itu. Ia kecewa karena ternyata kenalannya merupakan seorang waria.

“Ternyata dia waria, kenapa harus berbohong. Aku benar-benar kecewa,” ungkapnya.

 

Kisah pria itu pun menjadi perhatian warganet. Mereka ikut memberikan respon mengenai cerita tersebut.

“Ternyata filter bukan cuma bisa ngerubah warna kulit aja , tapi jg ngerubah jenis kelamin ?,” komentar @ranij****di214.

“Jd pelajaran aja sih,,, jaman sekarang foto editannya berlapis ??,” kata @sripu*****ayu88.

“Tp dia udah bilang “aq nggak cantik” mksdnya “aq ganteng bang…” ???,” tulis @de***ula.

“Sabar y bang ?.. uda gak usah kenalan sama org disosmed bang , sama tetangga satu desa aja biar jelas,” komentar @risti****dewy.

“Apakah ini yg di namakan jebakan betmen ??,” kata @ta****m90.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Minyakita dan Strategi Pemerintah Menjaga Keseimbangan Pasar

Oleh : Antonius UtomoMinyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok yang memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar dan tingkat konsumsi minyak goreng yang tinggi, stabilitas harga dan ketersediaan produk inimenjadi perhatian utama pemerintah. Dalam konteks tersebut, program Minyakita hadir sebagaiinstrumen strategis untuk memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh minyak goreng dengan harga yang terjangkau sekaligus menjaga keberlangsungan industri sawit dan minyakgoreng nasional.Sejak diperkenalkan sebagai minyak goreng rakyat, Minyakita dirancang untuk menjadi solusiatas fluktuasi harga minyak goreng yang kerap terjadi akibat dinamika pasar global maupundomestik. Keberadaan Minyakita tidak hanya bertujuan menjaga daya beli masyarakat, tetapijuga menjadi bagian dari upaya pemerintah menciptakan keseimbangan antara kepentingankonsumen, produsen, distributor, dan pelaku usaha di seluruh rantai pasok. Dengan demikian, Minyakita menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasionalyang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat.Kementerian Perdagangan bersama berbagai pemangku kepentingan juga terus memperkuatmekanisme distribusi agar Minyakita dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara lebihefektif. Dalam pelaksanaannya, pemerintah melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN pangan seperti Bulog dan ID Food, guna memperluas jaringan distribusi dan memperkuatpengawasan terhadap penyaluran minyak goreng rakyat. Langkah ini menjadi bagian daristrategi besar pemerintah untuk memastikan bahwa manfaat program Minyakita dapatdirasakan secara merata oleh masyarakat di berbagai daerah.Upaya tersebut menunjukkan bahwa pengendalian harga tidak semata-mata dilakukan melaluipenetapan Harga Eceran Tertinggi (HET), tetapi juga melalui pembenahan tata niaga dan rantaidistribusi. Pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa perbedaan harga di tingkat konsumen sering kali dipengaruhi oleh hambatan distribusi, biaya logistik, dan keterbatasan pasokan di wilayah tertentu....
- Advertisement -

Baca berita yang ini