Sukses di MSG, Foo Fighters Akan Kembali Gelar Konser

Baca Juga

MATA INDONESIA, NEW YORK – Di tengah maraknya berita tentang meningkatnya kasus virus corona, ternyata ada beberapa negara di dunia yang kondisinya mulai menuju normal. Pasalnya, beberapa negara tersebut sudah tidak lagi mewajibkan warganya untuk menggunakan masker.

Kondisi ini terjadi karena jumlah populasi yang sudah mendapatkan vaksinasi virus corona rata-rata sudah mencapai 50 persen. Selain itu, kasus transmisi penularan lokal virus corona sudah tidak ada lagi yang dilaporkan.

Di kota New York misalnya, di dalam Madison Square Garden (MSG) belum lama ini, ribuan orang tanpa masker berkumpul menyaksikan pertunjukan band rock Foo Fighters. Ini merupakan konser pertama dengan kapasitas full yang diselenggarakan di Amerika Serikat dalam kurun waktu 15 bulan terakhir.

Lampu flash ponsel menerangi kegelapan. Suara keyboard bergema dan Dave Grohl –pentolan Foo Fighters, muncul di atas panggung. Band rock yang membuka penampilannya dengan lagu “Times Like These” itu sukses menguncang Madison Square Garden malam itu.

“Saat-saat seperti ini, kamu belajar untuk hidup kembali,” Grohl bernyanyi.

Kembalinya konser ke Madison Square Garden adalah karena perkembangan kondisi pandemi di Negeri Paman Sam yang telah terbilang membaik lantaran sejumlah warga AS telah menjalani vaksinasi dan angka kematian yang disebabkan oleh COVID-19 menurun.

Pekan lalu, dilaporkan setidaknya 70 persen dari penduduk di wilayah New York dan California usia dewasa telah menjalani vaksinasi dosis pertamanya.

“Ini adalah akhir dari apa yang telah kami lalui selama satu setengah tahun. Kami telah melewatinya. Kami akan maju,” kata Heather Morris, dari Chicago, melansir New York Times.

Setelah satu tahun ‘terjebak’ di dalam rumah, orang-orang bersemangat untuk memulai kembali hobi dan rutinitas mereka dan terhubung satu sama lain. Pekan lalu – baik New York maupun California, di mana lebih dari 70 persen orang dewasa telah menerima setidaknya satu dosis vaksin, mencabut hampir semua pembatasan virus corona.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit atau Centers for Disease Control and Prevention mengatakan orang yang divaksinasi penuh dapat melanjutkan aktivitas tanpa mengenakan masker. Aturan yang berubah dengan cepat memungkinkan konser Foo Fighters untuk kembali digelar.

Beralih ke negara lain. Pada gelaran Euro 2020, di mana laga yang mempertemukan Hungaria vs Portugal, puluhan ribu penonton memadati Stadion Puskas Arena, Budapest, Hungaria. Antusiasme pecinta sepakbola Hungaria menyaksikan Euro 2020 langsung di stadion dapat terwujud berkat percepatan program vaksinasi di negara tersebut.

Sekitar 5,3 juta warga Hungaria dari total populari 9,8 juta jiwa diperkirakan telah menerima vaksin virus corona sebelum kick-off turnamen Euro 2020 dimulai pada 11 Mei 2021.

Sementara jauh sebelumnya, ribuan clubber dari berbagai kota di Inggris kembali ke dancefloor untuk acara klub malam besar pertama sejak pandemi virus corona menyerang dunia.

Sekitar 3 ribu orang bersuka cita di acara The First Dance di kota Liverpool pada Jumat (30/4) malam waktu setempat. Para clubber yang hadir diwajibkan untuk membawa keterangan negatif virus corona.

Di dalam gudang Bramley-Moore Dock, para clubber memadati lantai sambil bersorak-sorai dan menari untuk pertama kalinya dalam lebih dari setahun. Terlihat jelas ekspresi bahagia para clubber, mereka bahkan saling berpelukan satu sama lain.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Stabilitas Keamanan sebagai Jalan Menuju Kesejahteraan

Oleh: Yonas Wenda*Stabilitas keamanan di Papua bukan sekadar kebutuhan jangka pendek, melainkanfondasi strategis bagi terwujudnya masa depan yang damai, sejahtera, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat. Dalam beberapa waktu terakhir, pendekatanyang dilakukan aparat keamanan menunjukkan arah yang semakin konstruktif, dengan menempatkan sisi kemanusiaan sebagai inti dari setiap langkah. Pendekatanini tidak hanya memperkuat rasa aman, tetapi juga membangun optimisme kolektifbahwa Papua sedang bergerak menuju fase baru yang lebih stabil dan penuhharapan.Kehadiran aparat keamanan di tengah masyarakat kini semakin dirasakan sebagaibagian dari solusi, bukan sekadar instrumen penegakan hukum. Melalui patroli rutin, pengamanan aktivitas masyarakat, serta interaksi yang lebih humanis, negara menunjukkan komitmennya dalam melindungi seluruh warga tanpa terkecuali. Situasi yang aman dan kondusif memungkinkan masyarakat menjalankan aktivitassosial, ekonomi, dan keagamaan dengan lebih tenang, yang pada akhirnyaberdampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup.Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Faizal Ramadhani, menegaskan bahwapendekatan humanis menjadi strategi utama dalam menjaga stabilitas keamanan di Papua. Ia menyampaikan bahwa Polri hadir bukan hanya untuk menjaga ketertiban, tetapi juga untuk memberikan rasa nyaman dan membangun kepercayaanmasyarakat. Pernyataan tersebut mencerminkan transformasi pendekatan keamananyang semakin adaptif terhadap kebutuhan sosial masyarakat Papua, di mana kepercayaan menjadi modal utama dalam menciptakan ketertiban yang berkelanjutan.Hal senada disampaikan oleh Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, AdarmaSinaga, yang menekankan pentingnya konsistensi kehadiran aparat di lapangan. Ia menyatakan bahwa setiap aktivitas masyarakat, termasuk ibadah, harus dapatberlangsung dengan aman sebagai bagian dari hak dasar warga negara. Konsistensiini menjadi bukti nyata bahwa negara tidak pernah abai terhadap kondisi masyarakatPapua, melainkan terus hadir untuk memastikan rasa aman terjaga di setiap linikehidupan.Lebih dari itu, stabilitas keamanan yang terjaga juga memberikan dampak positifterhadap percepatan pembangunan di Papua. Dengan situasi yang kondusif, berbagai program pemerintah dapat berjalan lebih optimal, mulai dari pembangunaninfrastruktur, peningkatan layanan pendidikan, hingga penguatan sektor ekonomiberbasis masyarakat. Dalam konteks ini, keamanan dan pembangunan memilikihubungan yang saling menguatkan,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini