Kecele! Paket Sembako Rp 15 Ribu Ini Bikin Emosi Netizen

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Sebuah foto yang menampilkan promosi paket sembako dengan harga murah viral di media sosial. Tapi, bukannya menarik minat pembeli, netizen malah dibuat emosi dengan jumlah yang diberikan.

Foto sebuah tulisan yang menawarkan sembako murah ini awalnya diunggah akun @mazzini_gsp di Twitter. Dalam unggahan pada 13 April lalu sepertinya penjual sembako menjual paket sembako murah secara online melalui grup chatting.

Sembako tersebut dijual per paket dengan lima jenis sembako, yaitu kopi, minyak, gula, teh dan beras. Harganya cukup murah yakni Rp 15 ribu untuk mendapat semua paket tersebut.

BACA JUGA: Bukan Sembako, Warga AS Malah Borong Anak Ayam

“Bagi temen-temen yang ada di grup, ada paket sembako murah harganya cuma Rp. 15.000/ paket,” tulis si penjual.

Dijual dengan harga murah, tentunya penawaran tersebut menarik perhatian masyarakat. Beberapa masyarakat pun tertarik untuk membeli paket sembako murah itu.

Selain itu, pengguna twitter tersebut juga memperlihatkan wujud dari paket sembako. Inilah yang membuat heboh warganet. Pasalnya paket sembako tersebut porsinya super irit dan dikemas kecil-kecil.

Alih-alih untung, seorang pembeli justru merasa buntung begitu mengetahui penampilan paket sembakonya. Memang benar paket sembako itu diisi dengan lima jenis, tetapi porsinya bikin meringis.

Unggahan tentang paket sembako itu banyak ditanggapi oleh netizen.

“Ya Allah mending ke burjo dapet nasi sepiring penuh, lauk, teh plus kopi, bayar 15 ribu masih kembali 3 ribu,” tulis seorang netizen.

“aku miskin, tp kalo dikasinya model begini aku buang langsung,” kata seorang netizen.

“Plis ya Allah dikira lagi camping apa ya,” tulis netizen lainnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Kemitraan Strategis dalam MBG Perluas Manfaat bagi Masyarakat dan Pelaku Usaha

Oleh: Alya Putri )*Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menunjukkan perannyasebagai kebijakan strategis pemerintah yang mampu menghadirkan manfaat ganda bagi masyarakat. Selain meningkatkan akses terhadap makanan bergizi, program ini membangun kemitraan yang melibatkan berbagai pihak sehingga manfaat ekonominya menjangkau desa, pelaku usaha, hingga sektor pangan nasional.Pemerintah melalui Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal memandang sinergi tersebut sebagai bagian penting dalampembangunan desa. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, menjelaskan bahwa pelaksanaan Program MBG bersamaProgram Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih mulai menghadirkanpusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah. Menurut Yandri, masyarakat desa telah merasakan manfaat nyata karenakedua program tersebut tidak hanya menyediakan makanan bergizi, tetapijuga menciptakan aktivitas ekonomi yang semakin berkembang.BUMDes menjadi salah satu mitra yang memperoleh peran strategisdalam implementasi Program MBG. Menurut Yandri, semakin banyakBUMDes yang bekerja sama dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi(SPPG) bersama Badan Gizi Nasional dalam memenuhi kebutuhanoperasional program. Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih juga diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi pedesaan. Yandri menjelaskan bahwa koperasimemiliki kemampuan menciptakan sumber pendapatan baru sekaligusmemperkuat pemerataan ekonomi. Skema pembagian hasil usaha yang diterapkan memungkinkan sebagianpendapatan menjadi pendapatan asli desa, sementara sebagian besarlainnya kembali kepada masyarakat sehingga manfaat ekonomi dapatdirasakan secara langsung.Lapangan kerja baru menjadi salah satu dampak yang diharapkan darikolaborasi tersebut. Yandri menilai keberadaan koperasi desa akanmembantu mengurangi pengangguran karena tenaga kerja diprioritaskanberasal dari masyarakat setempat. Kebijakan tersebut sekaligusmembuka peluang bagi warga desa untuk memperoleh pekerjaan tanpaharus meninggalkan daerah asalnya.Dukungan terhadap Program MBG tidak hanya datang dari dalam negeri. Global Chief...
- Advertisement -

Baca berita yang ini