Kasus ‘Ikan Asin’ Dijadikan Lagu, Dihujat Netizen Sampai Artis

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Kasus ikan asin yang menyeret nama Galih Ginanjar, Rey Utami serta Pablo Benua masih terus jadi perbincangan hangat. Terlebih baru-baru ini, usai hebohnya kasus tersebut, justru muncul sebuah video lagu berujul ‘Ikan Asin’ yang dinyanyikan oleh pedangdut Bella Nova.

Dilihat dari liriknya, lagu ini benar-benar mencerminkan kasus ‘ikan asin’ yang tengah heboh.

Sungguh tega dirimu, mempermalukan aku
Sadis perkataanmu, buat sakit hatiku
Kamu jahat padaku, kamu fitnah diriku
Kamu menghina aku bilang punyaku bau,”
demikian penggalan liriknya, dikutip Kamis, 18 Juli 2019.

Namun usai beredar luas, video lagu tersebut justru mendapat kecaman dari para netizen. Hujatan netizen memenuhi kolom komentar di Youtube tak lama setelah lagu tersebut rilis.

“Manusia enggak ada nurani! Selalu cari kesempatan atas penderitaan orang lain, jijik, sama penyanyi jaman sekarang, minus moral,” tulis Anitha Regars.

“Kenapa membuat lagu seperti ini? Seperti memancing di air keruh. Bagaimana perasaan sang korban mendengar lagu ini? Ini seperti memperluas penyebaran aibnya saja, Saya tahu isu ini booming dan viral, tapi etikanyabagaimana,” kata Rully Fitria.

Tak hanya netizen, kecaman bahkan juga datang dari sederet artis. Terlihat sejumlah artis memberi komentar di akun @lambe_turah yang juga membahas isu lagu ikan asin ini.

“Masalah orang kok dibikin lagu, gak ada ide judul lain apa. Gak gini-gini amat juga kalee mo terkenal, astaga. Masih banyak judul yang unik keles,” kata Lia, personel 3 Serigala.

Berita Terbaru

Program Future Leaders Bootcamp AMANAH Jadi Pilar Penguatan SDM Unggul Aceh

*) Oleh: Teuku Rizky SyahputraMomentum relaunching Yayasan Aneuk Muda Aceh Unggul-Hebat (AMANAH) tidaksekadar menjadi agenda seremonial, melainkan menandai fase konsolidasi strategisdalam pembangunan sumber daya manusia di Aceh. Penguatan peran lembaga inimencerminkan kesadaran bahwa investasi terbesar suatu daerah terletak padakualitas generasi mudanya. Dalam konteks pembangunan nasional yang semakinkompetitif, keberadaan wadah pembinaan yang terarah menjadi kebutuhanmendesak. Oleh karena itu, langkah AMANAH dalam menyelaraskan program pembinaan pemuda patut dipandang sebagai bagian dari orkestrasi kebijakan yang lebih luas.Selanjutnya, penyelenggaraan Future Leaders Bootcamp (FLB) menjadi indikasikonkret bahwa proses pembinaan tidak lagi bersifat sporadis, melainkan dirancangsecara sistematis dan berbasis kebutuhan zaman. Kegiatan yang berlangsung di Kawasan Industri Aceh ini menunjukkan adanya integrasi antara pengembangankapasitas individu dengan realitas dunia usaha. Pendekatan ini relevan, mengingattantangan generasi muda saat ini tidak hanya berkutat pada aspek akademik, tetapijuga pada kemampuan adaptasi terhadap dinamika ekonomi global. Dengandemikian, FLB tidak hanya menjadi ruang pelatihan, tetapi juga laboratoriumkepemimpinan masa depan.Lebih jauh, seleksi ketat terhadap 26 peserta dari berbagai daerah di Aceh mencerminkan upaya serius dalam menjaring talenta terbaik. Proses ini menunjukkanbahwa pembinaan pemuda tidak dapat dilakukan secara massal tanpa standarkualitas yang jelas. Justru, pendekatan berbasis meritokrasi menjadi kunci dalammenciptakan dampak yang berkelanjutan. Para peserta yang terpilih bukan hanyarepresentasi individu unggul, tetapi juga simbol harapan bagi daerahnya masing-masing. Dalam konteks ini, AMANAH telah menempatkan kualitas sebagai fondasiutama programnya.Di sisi lain, Ketua Yayasan AMANAH, Dr. Saifullah Muhammad, menegaskan bahwaurgensi kehadiran lembaga ini dalam membangun generasi muda Aceh yang berdayasaing. Ia memandang bahwa pembinaan tidak cukup berhenti pada transfer pengetahuan, melainkan harus menyentuh aspek pembentukan karakter dankepemimpinan. Penekanan pada pentingnya pola pikir kepemimpinan yang kuat sertakomitmen tinggi menjadi relevan di tengah tantangan disrupsi global. Perspektif inisejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang menempatkan pembangunanmanusia sebagai prioritas utama.Lebih lanjut, dorongan agar pemuda berperan aktif dalam pembangunanberkelanjutan memperlihatkan adanya keselarasan antara program AMANAH dengannilai-nilai kebangsaan. Dalam hal ini, generasi muda tidak hanya diposisikan sebagaiobjek pembangunan, tetapi sebagai subjek yang memiliki tanggung jawab moral dansosial. Semangat cinta tanah air menjadi elemen penting yang harus diinternalisasidalam setiap proses pembinaan. Dengan demikian, output yang dihasilkan tidakhanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas kebangsaan.Selain itu, keterlibatan Said Muniruddin sebagai narasumber utama memberikandimensi akademik sekaligus praktis dalam pelatihan ini. Sebagai akademisiUniversitas Syiah Kuala dan praktisi pengembangan diri, ia membawa pendekatan yang komprehensif dalam membangun kapasitas peserta. Materi mengenai pola pikirkewirausahaan menjadi salah satu titik tekan yang strategis. Hal ini mengingatkewirausahaan tidak hanya berkaitan dengan bisnis, tetapi juga dengan keberanianmengambil risiko, inovasi, dan kemampuan membaca peluang.Kemudian, desain materi yang sistematis dan aplikatif menunjukkan bahwa program ini tidak berhenti pada tataran konseptual. Peserta didorong untuk menginternalisasi...
- Advertisement -

Baca berita yang ini