Kalian Tau Tante Lala yang Viral Itu? Ternyata Dia Kelahiran 1995 Lho!

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Anak milenial pasti tau dong sama wanita viral di media sosial yang bernama Tante Lala? Kalian pasti terkejut terkait fakta barunya.

Melalui wawancara dengan salah satu acara infotainment, Tante Lala mengungkapkan beberapa fakta baru terkait identitas dirinya.

Tante Lala mengungkapkan bahwa namanya itu ada latar belakangnya. Namanya itu sudah menjadi ciri khas dirinya.

“Jangan ada yang salah (paham). Namanya Tante Lala itu memang nama ‘Tante Lala Punya Cerita’ jadi namanya ciri khas Tante Lala. Bukan berarti Tante Lala umurnya sudah tua,” katanya.

Ternyata ia kelahiran 1995 dan kini masih menginjak usia 27 tahun. Ia menikah terbilang masih belia, yakni di umur 16.

Melalui unggahan video yang diposting di akun TikTok @duniaviral_, videonya jadi viral. Sontak banyak netizen yang terkejut karena informasi ini. Bahkan nama Tante Lala masuk trending topic di Twitter.

Sementara itu, Tante Lala ini jadi viral karena cara berjualannya di media sosial dengan bahasa persuasifnya yang unik melalui live streaming di TikTok. Oleh sebab itu, dirinya semakin dikenal oleh netizen karena cara penyampaian dan reaksi-reaksinya yang lucu nan menghibur.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini