Jasad Wanita Setengah Telanjang yang Viral dan Gegerkan Warga Sukabumi Ternyata Alumni IPB

Baca Juga

MATAINDONESIA, JAKARTA – Kepolisian akhirnya berhasil mengungkap identitas jasad wanita setengah telanjang yang ditemukan di Sukabumi pada Senin lalu, 22 Juli 2019.

Korban ternyata adalah seorang hijaber cantik bernama Amelia Ulfah Supandi. Dara cantik kelahiran 3 Januari 1997 itu merupakan warga Kabupaten Cianjur.

Polisi pun telah melakukan olah TKP dan jenazah saat ini sedang dalam proses autopsi.

Sementara itu, dari keterangan paman korban, Gunalan, keluarga kehilangan kontak dengan korban sejak Minggu malam, 21 Juli 2019. Gunawan bercerita, keponakannya Amelia pergi pada Sabtu, 20 Juli 2019 lalu untuk melakukan registrasi lanjut kuliah S1 di Bogor.

“Amelia bertujuan ke Bogor untuk registrasi melanjutkan S1 di Universitas Djuanda. Sebelumnya telah menyelesaikan pendidikan D3 di IPB dan bekerja di pabrik sepatu di Cianjur,” kata Gunalan, dikutip Rabu, 24 Juli 2019.

Kabar terakhir, Amelia sedang dalam perjalanan pulang dari Bogor menuju Cianjur. Namun setelah itu, keluarga kehilangan kontak. Amelia tak kunjung merespons pesan singkat dari keluarga.

”Terakhir bilang sudah naik mobil umum tapi kosong dan dia bilang merasa takut, saat itu sekitar pukul 22.00 WIB. Setelah memberi kabar itu kami kehilangan kontak,” ujar Gunalan.

Keluarga pun mulai cemas, Gunalan pun berinisiatif melacak keberadaan Amelia menggunakan laptop keponakannya. Diketahui melalui alamat email di laptop yang terhubung dengan ponselnya, posisi Amelia berada di Sukabumi.

“Emailnya sama dengan handphone miliknya. Saya track jam terakhir ponsel itu aktif dia ada di sekitaran Sukabumi, sebelum di Sukaraja. Saya tanya ke orang tuanya ada teman atau enggak di Sukabumi, kata ibunya enggak ada. Lagipula enggak mungkin dia main ke Sukabumi apalagi malam-malam begitu, keponakan saya itu anak baik-baik saya mengenal karakternya,” kata Gunalan.

Karena tak juga mendapat kabar keberadaan Amelia, keluarga akhirnya melapor ke kepolisian Cianjur. Dan keesokan harinya, Gunalan mendapati sejumlah foto perempuan tewas di Sukabumi yang viral di media sosial. Setelah dipastikan ternyata jasad wanita yang viral itu adalah jasad keponakannya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Stabilitas Keamanan sebagai Jalan Menuju Kesejahteraan

Oleh: Yonas Wenda*Stabilitas keamanan di Papua bukan sekadar kebutuhan jangka pendek, melainkanfondasi strategis bagi terwujudnya masa depan yang damai, sejahtera, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat. Dalam beberapa waktu terakhir, pendekatanyang dilakukan aparat keamanan menunjukkan arah yang semakin konstruktif, dengan menempatkan sisi kemanusiaan sebagai inti dari setiap langkah. Pendekatanini tidak hanya memperkuat rasa aman, tetapi juga membangun optimisme kolektifbahwa Papua sedang bergerak menuju fase baru yang lebih stabil dan penuhharapan.Kehadiran aparat keamanan di tengah masyarakat kini semakin dirasakan sebagaibagian dari solusi, bukan sekadar instrumen penegakan hukum. Melalui patroli rutin, pengamanan aktivitas masyarakat, serta interaksi yang lebih humanis, negara menunjukkan komitmennya dalam melindungi seluruh warga tanpa terkecuali. Situasi yang aman dan kondusif memungkinkan masyarakat menjalankan aktivitassosial, ekonomi, dan keagamaan dengan lebih tenang, yang pada akhirnyaberdampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup.Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Faizal Ramadhani, menegaskan bahwapendekatan humanis menjadi strategi utama dalam menjaga stabilitas keamanan di Papua. Ia menyampaikan bahwa Polri hadir bukan hanya untuk menjaga ketertiban, tetapi juga untuk memberikan rasa nyaman dan membangun kepercayaanmasyarakat. Pernyataan tersebut mencerminkan transformasi pendekatan keamananyang semakin adaptif terhadap kebutuhan sosial masyarakat Papua, di mana kepercayaan menjadi modal utama dalam menciptakan ketertiban yang berkelanjutan.Hal senada disampaikan oleh Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, AdarmaSinaga, yang menekankan pentingnya konsistensi kehadiran aparat di lapangan. Ia menyatakan bahwa setiap aktivitas masyarakat, termasuk ibadah, harus dapatberlangsung dengan aman sebagai bagian dari hak dasar warga negara. Konsistensiini menjadi bukti nyata bahwa negara tidak pernah abai terhadap kondisi masyarakatPapua, melainkan terus hadir untuk memastikan rasa aman terjaga di setiap linikehidupan.Lebih dari itu, stabilitas keamanan yang terjaga juga memberikan dampak positifterhadap percepatan pembangunan di Papua. Dengan situasi yang kondusif, berbagai program pemerintah dapat berjalan lebih optimal, mulai dari pembangunaninfrastruktur, peningkatan layanan pendidikan, hingga penguatan sektor ekonomiberbasis masyarakat. Dalam konteks ini, keamanan dan pembangunan memilikihubungan yang saling menguatkan,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini