Innalillahi, Pria Ini Meninggal Saat Cium Kuburan Putrinya

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Tak ada satu pun orang tahu dalam kondisi seperti apa ajal akan menjemput mereka. Seorang pria bernama Rokim ditemukan meninggal dunia di kuburan putrinya pada Sabtu siang, 25 Mei 2019.

Pensiunan TNI AU itu ditemukan tergeletak tak bernyawa dalam kondisi sedang mencium makam anak perempuannya. Jasad Rokim pertama kali ditemukan oleh Minto, pria asal Singosari, Malang.

Kala itu, diduga Rokim sedang melakukan ziarah ke makam putrinya menjelang Lebaran. “Korban ditemukan pada hari Sabtu, 25 Mei 2019 pukul 15.00 WIB sore tadi,” ujar Kasubag Humas Polres Malang, AKP Ainun Djariyah, dikutip Minggu, 26 Mei 2019.

Siang harinya, Rokim terlihat duduk di atas nisan putrinya untuk berziarah. Namun pada sore hari ia sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di makam tersebut.

Berdasarkan keterangan dari keluarganya, Rokim sedang dalam keadaan syok lantaran meninggalnya sang putri pada Mei 2019 lalu. Diduga, penyakit jantung yang diderita Rokim kambuh ketika korban menengok makam anaknya.

Berita Terbaru

Bersama Menyempurnakan Program Kopdes Merah Putih

Oleh: Yusuf RinaldiPembangunan ekonomi desa merupakan fondasi penting bagi terwujudnyapemerataan kesejahteraan nasional. Karena itu, langkah pemerintah menghadirkanProgram Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) layakdiapresiasi sebagai upaya menghidupkan kembali semangat ekonomi kerakyatanyang berlandaskan gotong royong dan kekeluargaan. Program ini bukan sekadar membentuk koperasi baru, tetapi membangun ekosistemekonomi desa yang lebih produktif, mandiri, dan berkelanjutan. Tentu, sebagaimanaprogram strategis lainnya, implementasinya perlu terus disempurnakan agar manfaatnya semakin optimal bagi masyarakat.Sejak awal, Presiden Prabowo Subianto menempatkan koperasi sebagai instrumenstrategis untuk memperkuat ekonomi rakyat. Pilihan tersebut memiliki landasanhistoris yang kuat. Mohammad Hatta pernah menegaskan bahwa koperasimerupakan sokoguru perekonomian nasional yang berlandaskan asas kekeluargaandan gotong royong. Karena itu, keberhasilan Kopdes Merah Putih tidak boleh hanyadiukur dari banyaknya koperasi yang berdiri, melainkan dari kemampuannyameningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan.Komitmen pemerintah untuk terus menyempurnakan Program Kopdes Merah Putih juga tercermin dari langkah Komisi VI DPR...
- Advertisement -

Baca berita yang ini