Innalillahi, Pria Ini Meninggal Saat Cium Kuburan Putrinya

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Tak ada satu pun orang tahu dalam kondisi seperti apa ajal akan menjemput mereka. Seorang pria bernama Rokim ditemukan meninggal dunia di kuburan putrinya pada Sabtu siang, 25 Mei 2019.

Pensiunan TNI AU itu ditemukan tergeletak tak bernyawa dalam kondisi sedang mencium makam anak perempuannya. Jasad Rokim pertama kali ditemukan oleh Minto, pria asal Singosari, Malang.

Kala itu, diduga Rokim sedang melakukan ziarah ke makam putrinya menjelang Lebaran. “Korban ditemukan pada hari Sabtu, 25 Mei 2019 pukul 15.00 WIB sore tadi,” ujar Kasubag Humas Polres Malang, AKP Ainun Djariyah, dikutip Minggu, 26 Mei 2019.

Siang harinya, Rokim terlihat duduk di atas nisan putrinya untuk berziarah. Namun pada sore hari ia sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di makam tersebut.

Berdasarkan keterangan dari keluarganya, Rokim sedang dalam keadaan syok lantaran meninggalnya sang putri pada Mei 2019 lalu. Diduga, penyakit jantung yang diderita Rokim kambuh ketika korban menengok makam anaknya.

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini