Polisi Bekuk Enam Orang Aktor Pembakaran Polsek Tambelangan

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA-Enam orang pelaku dan aktor penggerak pembakaran Polsek Tambelangan, Sampang diamankan oleh polisi. Status keenam orang tersebut saat ini sudah menjadi tersangka dan telah ditahan di Mapolda Jawa Timur.

“Ada enam orang yang sudah kami amankan dan saat ini sudah di periksa secara maraton tokoh-tokoh siapa dibalik itu semuanya,” ujar Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan usai bertemu dengan para ulama di rumah dinasnya, Jalan Bengawan, Surabaya, Minggu 26 Mei 2019.

Menurut Luki, penangkapan keenam tersangka tersebut didasarkan dari hasil pengembangan dan disertai sejumlah barang bukti. Sehingga polisi menyimpulkan keenam tersangka diduga merupakan aktor intelektual dan pelaku lapangan pembakaran Mapolsek Tambelangan.

“Dan enam pelaku ini merupakan aktor intelektualnya dan pelaku lapangan yang membantu. Dari enam orang Insyaallah besok akan kami sampaikan pelaku-pelakunya dan barang bukti yang sudah kami amankan,” katanya.

Pihaknya menjamin penangkapan keenam tersangka tidak akan menyalahi prosedur apalagi sampai salah tangkap. Sebab polisi telah melakukan penangkapan sesuai standar operasional. Selain itu tim polisi yang dipimpin Wakapolda Jatim juga didukung dengan Informasi Teknologi yang ada.

“Seluruh tersangka juga sudah kami tahan di Polda, penanganannya kami langsung tarik di Polda. Tim kami dari Polres juga kami libatkan. Dan saat ini polsek untuk sementara dibantu oleh camat kami buatkan tenda untuk anggota sementara,” katanya.

Berita Terbaru

Hilirisasi untuk Ekonomi yang Lebih Sejahtera

Oleh: Yusuf Rinaldi)* Transformasi ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir semakinmenunjukkan arah yang jelas, yaitu dengan memperkuat nilai tambah sumber dayaalam melalui strategi hilirisasi. Kebijakan ini bukan sekadar agenda industrialisasibiasa, melainkan fondasi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.  Dalam konteks ekonomi global yang semakin kompetitif, langkah pemerintahmempercepat hilirisasi menjadi salah satu strategi paling rasional untuk memastikankekayaan alam Indonesia benar-benar memberi manfaat optimal bagi masyarakat. Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya untuk memperkuat peranPerusahaan Mineral Nasional (Perminas) sebagai instrumen negara dalammengelola sumber daya mineral secara lebih terintegrasi. Langkah ini sangat penting mengingat selama bertahun-tahun Indonesia lebihbanyak mengekspor bahan mentah tanpa nilai tambah yang signifikan. Denganpenguatan Perminas, pemerintah ingin memastikan bahwa pengelolaan mineral tidak lagi berhenti pada aktivitas eksplorasi dan penambangan, tetapi dilanjutkanhingga tahap pengolahan industri bernilai tinggi di dalam negeri. Presiden menekankan bahwa penguatan Perminas akan menjadi kunci bagiterciptanya pengelolaan sumber daya mineral yang lebih terpadu. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi mampu berkembangmenjadi pusat produksi dan inovasi industri mineral di tingkat global. Langkah inisemakin relevan jika melihat tren investasi nasional. Data terbaru menunjukkanbahwa sektor hilirisasi menyumbang sekitar Rp584,1 triliun atau 30,2 persen daritotal realisasi investasi nasional pada 2025. Angka tersebut mencerminkan bahwatransformasi ekonomi berbasis nilai tambah mulai memberikan dampak nyata bagipertumbuhan ekonomi. Selain penguatan kelembagaan, pemerintah juga mendorong pembangunaninfrastruktur industri melalui pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK). Pemerintah saat ini tengah menunggu persetujuan Presiden atas pembentukanenam KEK baru yang akan difokuskan pada industri berbasis energi dan manufakturberteknologi tinggi. Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, menjelaskan bahwa seluruh kajian teknis telah rampung dan kinimenunggu keputusan presiden. Ia mengatakan pihaknya sedang mengusulkan adaenam KEK baru yang akan diresmikan atau disetujui oleh Presiden. Keenamkawasan tersebut akan tersebar di berbagai wilayah strategis, termasuk Kalimantan, Sulawesi, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Fokus industrinya meliputi pengembangankendaraan listrik, smelter pengolahan mineral strategis seperti nikel, hinggapengembangan energi hijau. Strategi ini tidak hanya memperkuat hilirisasi, tetapijuga menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah. Secara kinerja,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini