Innalillahi, Langgar Prokes Covid-19, Pria Ini Tewas Usai Squat Jump 300 Kali

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Protokol kesehatan menjadi sesuatu yang wajib dilakukan di masa pandemi Covid-19 ini. Biasanya, para petugas akan memberikan sanksi dan hukuman bagi masyarakat yang melanggarnya.

Namun, apa jadinya jika hukuman yang diberikan malah berujung tragis. Seperti pria asal Fillipina ini.

Ia bernama Darren Manaog Penaredondo. Pria 28 tahun itu tewas usai dihukum oleh aparat Cavite, Filipina usai melanggar protokol kesehatan lockdown Covid-19 karena masih berkeliaran dengan teman-temannya.

Dilansir The Guardian, pria itu disuruh aparat untuk squat jump 300 kali. Padahal, hukuman sebenarnya 100 kali, namun karena Darren dan teman-temannya tidak kompak, masing-masing menjadi 300 kali.

Alhasil, Darren kelelahan berat bahkan sampai pingsang beberapa kali. Menurut pengakuan kekasihnya, Darren sampai demam dan akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.

“Selamat jalan, kami sangat mencintaimu, kami tidak akan membiarkan keadilan tidak diberikan atas kematianmu,” ucap kekasih Darren.

Kejadian ini membuat masyarakat Filipina murka. Mereka pun menuntut keadilan atas maninggalnya Darren akibat hukuman yang tak seharusnya.

Sementara itu, Kepala Polisi Kota, Letnan Marlo Nillo Solero menegaskan tak ada hukuman seberat itu bagi masyarakat jika melanggar peraturan prokes. Hingga kini, kasus tersebut pun masih dalam penyidikkan pihak kepolisian.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini