Heboh! Rihanna Dikecam Karena Pakai Hadis saat Fashion Show Pakaian Dalam

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Rihanna mendapat kecaman dari publik karena dinilai telah menghina umat islam. Kecaman ini muncul setelah ia memakai lagu yang mengandung narasi dari hadis Islam dalam peragaan busananya, Savage X Fenty, pada 2 Oktober lalu.

Pertunjukan tersebut menggunakan lagu “Doom,” sebuah lagu oleh produser musik Coucou Chloe yang mengambil sampel sebuah hadits, teks suci Islam. Hadis yang digunakan adalah penjelasan Nabi Muhammad SAW mengenai hari kiamat.⁣⁣

Deretan model dalam peragaan busana Rihanna itu mengenakan pakaian dalam terlihat memperagakan pakaiannya dan menari dengan lagu berbahasa Arab. Setelah video-video itu tersebar, para warganet Muslim langsung berang.

Banyak yang mengatakan bahwa hadis itu sangat penting dalam ajaran agama Islam. Salah seorang warganet menyoroti Rihanna yang selama ini mengedepankan inklusi dalam tiap karya dan acaranya.

“Acara Rihanna ini seharusnya menjadi lambang inklusi, tapi dia malah benar-benar mengasingkan komunitas Muslim dan menghina hadis. Ini merupakan contoh nyata bagaimana merek fesyen dan media tak pernah menganggap kami sebagai audiensnya,” kata warganet itu.

Sementara itu, pencipta lagu Doom Coucou Chloe meminta maaf kepada publik soal lagunya yang dibawakan Rihana pada acara peragaan busana, Savage X Fenty itu.

“Saya ingin meminta maaf yang mendalam atas pelanggaran yang disebabkan oleh sampel vokal yang digunakan dalam lagu saya ‘DOOM’. Lagu itu dibuat menggunakan sampel dari trek Baile Funk yang saya temukan online. Saat itu, saya tidak tahu bahwa contoh-contoh ini menggunakan teks dari sebuah Hadits Islam. 1/2”, tulis Coucou Chloe di akun Twitternya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini