Heboh! Netizen Malaysia-Brunei Saling Serang, Ini Penyebabnya

Baca Juga

MATA INDONESIA, KUALA LUMPUR – Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Ismail Sabri diserang netizen di negaranya karena menaiki Hummer saat berkunjung ke Brunei Darussalam.

Ketika mengunjungi negara kaya minyak itu, PM Sabri terlihat berada di mobil Hummer yang dikendarai oleh Sultan Brunei, Sultan Hassanal Bolkiah. Momen langka tersebut diabadikan dalam sebuah foto.

PM Sabri juga membagikan momen tersebut di jejaring sosial. Di mana dalam foto-foto tersebut, terlihat sang Sultan mengajaknya berkeliling rumahnya dengan Hummer. Bersamaan dengan foto-foto tersebut, PM Sabti memuji sosok Sultan Hassanal Bolkiah sebagai sosok yang rendah hati dan ramah.

Namun, pujian sang perdana menteri kepada Sultan Hassanal Bolkiah menuai kritik dari netizen yang tampaknya keberatan dengan frase rendah hati tersebut. Pasalnya, netizen menilai bahwa Sultan memamerkan kemewahannya pada kesempatan itu.

Melansir World of Buzz, unggahan sang perdana menteri tersebut menuai badai kritik dari netizen di Negeri Jiran.

“Betulkah? Kerendahan hati versimu hanya kamu yang mengerti… lalu bagi kami yang naik bus, lrt, terjebak macet atau berjalan di tengah hujan dan terik matahari apakah itu yang disebut menyedihkan? PM macam apa kamu ini,” kata seorang netizen, melansir World of Buzz.

“Sederhana itu, seberapa besar rumahnya sehingga Anda membutuhkan mobil untuk memasukinya ??” kata yang lain.

“Mengemudikan Hummer di atas karpet merah, itu sangat rendah hati,” kata seorang netizen lain sinis.

Tak tinggal diam, netizen Brunei pun balik mengecam netizen Malaysia yang secara frontal nyinyir kepada sang Sultan. Di jejaring sosial Twitter, warga Brunei balik menyerang warga Malaysia.

“Setidaknya kami memiliki layanan kesehatan gratis dan tes PCR gratis,” kata seorang warga Brunei.

“Warga Malaysia, Anda dapat mengatakan apa pun yang Anda inginkan kepada Perdana Menteri Anda, bukan kepada Sultan kami,” ucap netizen lain.

“Dia mengemudi di dalam istananya yang besar di atas karpet merah bukanlah masalah besar karena dia menjaga kita,” kata yang lain.

“Sementara PM-mu? Menggelapkan uang pemerintah,” klaim warga Brunei lainnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Gerai Koperasi Merah Putih sebagai Penghubung Ekonomi Desa

Oleh: Citra Kurnia Khudori)*Gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) hadir sebagai wajah barupenguatan ekonomi desa yang semakin terorganisir, modern, dan berdaya saing. Inisiatif ini tidak hanya membangun unit usaha, tetapi juga menciptakan ekosistemdistribusi yang lebih efisien dengan memperpendek rantai ekonomi dari produsenlangsung ke konsumen, sehingga nilai tambah dapat dirasakan lebih optimal oleh masyarakat desa.Keberadaan gerai koperasi menjadi sarana strategis dalam memperluas aksespasar bagi pelaku usaha lokal. Produk-produk unggulan desa kini memiliki kanaldistribusi yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan, membuka peluang peningkatanskala usaha sekaligus memperkuat posisi ekonomi masyarakat. Melalui pendekatanini, KDKMP berperan sebagai penggerak utama ekonomi kerakyatan yang mendorong kemandirian dan pertumbuhan ekonomi dari tingkat desa.Lebih dari itu, Gerai KDKMP merepresentasikan semangat kemandirian ekonomiberbasis gotong royong. Dengan pengelolaan yang tepat, gerai ini berpotensimenjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi desa yang inklusif dan berkelanjutan.Untuk diketahui, hingga akhir Maret 2026, pembangunan KDKMP menunjukkanprogres signifikan. Puluhan ribu titik kini telah memasuki tahap Pembangunan. Sementara itu, lebih dari 3.000 unit sudah rampung dan siap dimanfaatkanmasyarakat dalam waktu dekat. Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan, dalamwaktu dekat pemerintah akan mulai mendistribusikan berbagai komoditas untukmengisi unit-unit KDKMP tersebut. Ia berharap KDKMP menjadi pusat distribusipangan dan kebutuhan masyarakat di tingkat desa....
- Advertisement -

Baca berita yang ini