Heboh Mobil RI 2 Ngisi Bensin Eceran di Pinggir Jalan, Ternyata Begini Faktanya

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Jagat maya tengah dihebohkan dengan sebuah video viral yang memperlihatkan mobil dinas RI 2 Wakil Presiden Ma’ruf Amin sedang isi bensin eceran di pinggir jalan.

Dalam video yang dibagikan oleh akun @lambe_turah itu tampak mobil hitam RI 2 terparkir di tepi jalan sembari diisi bensin ecer menggunakan jerigen.

“Mobil presiden kehabisan BBM???” tulis akun @lambe_turah dikutip Minggu, 12 Juli 2020.

Netizen pun sontak heboh melihat video tersebut. Beragam komentar pun bermunculan.

“Memang cuma di indonesiala yg gini gini,” komentar @allikaiskandar_.

“Trs isi dipertamini??‍♂️ ,” tulis @rayyanramadhani.

Belakangan, Kepala Sekretariat Wakil Presiden, Mohamad Oemar pun memberikan klarifikasi terkait video viral itu.

“Pengisian BBM dari jerigen dilakukan karena tidak adanya SPBU yang memiliki bahan bakar minyak (BBM) sesuai kriteria mobil VVIP dan bukan karena mobil tersebut kehabisan BBM,” katanya dalam keterangan resmi.

Oemar pun menjelaskan jika dalam tiap penggunaan VVIP, selalu disiapkan bahan bakar cadangan yang disimpan dalam jerigen di mobil teknisi.

Jika sewaktu-waktu BBM habis dan tidak ada SPBU yang sesuai spesifikasi mobil RI 2 maka akan digunakan bahan bakar cadangan yang sudah disiapkan tadi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini