Heboh Lathi Challenge Dituding Jadi Ritual Pemanggil Setan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Lagu Lathi yang dibawakan Weird Genius dan Sara Fajira tengah booming. Bersamaan dengan booming-nya lagu tersebut, Lathi Challenge pun jadi trending.

Tak hanya di Indonesia, Lathi Challenge juga menghebohkan netizen Malaysia. Namun di Malaysia, Lathi Challenge rupanya menuai kontroversi.

Lathi Challenge dianggap bertentangan dengan agama. Kritik terhadap Lathi Challenge salah satunya datang dari tokoh agama Malaysia bernama Wan Dazrin.

Wan Dazrin bahkan meminta agar Lathi Challenge segera dihentikan karena dianggap menyesatkan.

“Hentikan ‘#LathiChallenge‘ sekarang juga. Sesungguhnya tarian2 yg kalian lakukan itu sgt berbahaya utk dijadikan hiburan. Ketahuilah kalian tarian itu wujud dari sesetengah budaya Jawa yg syirik & khurafat. Seperti memanggil Kuntilanak serta Roh Kuda Kepang. Tolong hentikannya!” cuit Wan Dazrin di Twitter, dikutip Sabtu, 6 Juni 2020.

“Hanya Allah swt shj tahu apa yg terlintas dlm hati saya tadi bila saya di tontonkan dgn video #LathiChallenge . Sungguh ia memang menakutkan,” lanjut Wan Dazrin.

Menurutnya, Lathi Challenge tak hanya menakutkan, tapi juga mengancam jati diri seorang muslim.

“Bahkan bukan menakutkan shj, hiburan yg seperti itu cukup mengancam jati diri seorang Muslim dgn bahayanya syirik & khurafat yg wujud dari kepercayaan tarian tradisi sesetengah budaya Jawa yg sgt kuat kepercayaan pd bomoh dgn ilmu hitam. Hati2lah kalian,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini