Heboh Kisruh Rumah Tangga Limbad, Istri Muda Dilabrak Istri Pertama Sampai Depresi

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Kehidupan rumah tangga pesulap Limbad tengah jadi sorotan. Hubungan kedua istri Limbad dikabarkan semakin tak akur.

Seperti diketahui pada 2011 silam, rumah tangga Limbad dengan istri pertamanya Susi Indrawati diterpa masalah. Sebabnya, Limbad dikabarkan memiliki wanita idaman lain.

Dan benar saja, Limbad mengakui jika dirinya telah menikah siri dengan seorang perempuan bernama Benazir Endang. Bahkan secara terang-terangan Limbad mengakui jika sebelum menikah istri keduanya sudah hamil duluan.

Kini, beberapa tahun usai gaduh kehidupan rumah tangganya itu, hubungan kedua istri Limbad rupanya tak kunjung membaik. Bahkan pihak keluarga istri muda Limbad secara blak-blakan mengaku kerap mendapat perlakuan tak baik dari istri pertama, Susi.

Hal ini terungkap dalam kanal Youtube Selebrita7.com. Dalam tayangan tersebut pihak keluarga mengatakan jika Susi kerap mendatangi kediaman Benazir dan mengancam.

“Kejadian terparahnya itu pernah di tahun 2016-2017, malam hari,”

“Mereka dateng segerombolan, ibu, anak pertama, kedua Limbad, datang secara tidak baik-baik,” kata adik Benazir, Zadith, dikutip Senin, 25 November 2019.

“Ngedobrak pintu rumah sampai jebol, dia pecahin kaca yang ada di rumah kakak saya, TV dia banting,” lanjutnya.

Ibunda Benazir pun ikut angkat bicara. “Saya minta pada Limbad, kita bicara baik-baik, sudahi pernikahan ini, daripada anak saya tertekan,”

“Bukannya bahagia yang kita dapat dari pernikahan itu, tapi tekanan yang benar-benar sangat, sampai anaknya pun yang tidak berdosa itu ya,”

“Anak itu kan tidak pernah minta dilahirkan ya, tidak pernah tahu apa yang terjadi dengan keluarganya, tapi udah dihujat seperti itu, saya sedih, sedih banget,” kata ibunda Benazir.

Saat ini, Benazir pun diketahui tengah mengalami depresi lantaran terus mendapat tekanan dan ancaman dari pihak istri pertama Limbad.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Stabilitas Keamanan sebagai Jalan Menuju Kesejahteraan

Oleh: Yonas Wenda*Stabilitas keamanan di Papua bukan sekadar kebutuhan jangka pendek, melainkanfondasi strategis bagi terwujudnya masa depan yang damai, sejahtera, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat. Dalam beberapa waktu terakhir, pendekatanyang dilakukan aparat keamanan menunjukkan arah yang semakin konstruktif, dengan menempatkan sisi kemanusiaan sebagai inti dari setiap langkah. Pendekatanini tidak hanya memperkuat rasa aman, tetapi juga membangun optimisme kolektifbahwa Papua sedang bergerak menuju fase baru yang lebih stabil dan penuhharapan.Kehadiran aparat keamanan di tengah masyarakat kini semakin dirasakan sebagaibagian dari solusi, bukan sekadar instrumen penegakan hukum. Melalui patroli rutin, pengamanan aktivitas masyarakat, serta interaksi yang lebih humanis, negara menunjukkan komitmennya dalam melindungi seluruh warga tanpa terkecuali. Situasi yang aman dan kondusif memungkinkan masyarakat menjalankan aktivitassosial, ekonomi, dan keagamaan dengan lebih tenang, yang pada akhirnyaberdampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup.Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Faizal Ramadhani, menegaskan bahwapendekatan humanis menjadi strategi utama dalam menjaga stabilitas keamanan di Papua. Ia menyampaikan bahwa Polri hadir bukan hanya untuk menjaga ketertiban, tetapi juga untuk memberikan rasa nyaman dan membangun kepercayaanmasyarakat. Pernyataan tersebut mencerminkan transformasi pendekatan keamananyang semakin adaptif terhadap kebutuhan sosial masyarakat Papua, di mana kepercayaan menjadi modal utama dalam menciptakan ketertiban yang berkelanjutan.Hal senada disampaikan oleh Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, AdarmaSinaga, yang menekankan pentingnya konsistensi kehadiran aparat di lapangan. Ia menyatakan bahwa setiap aktivitas masyarakat, termasuk ibadah, harus dapatberlangsung dengan aman sebagai bagian dari hak dasar warga negara. Konsistensiini menjadi bukti nyata bahwa negara tidak pernah abai terhadap kondisi masyarakatPapua, melainkan terus hadir untuk memastikan rasa aman terjaga di setiap linikehidupan.Lebih dari itu, stabilitas keamanan yang terjaga juga memberikan dampak positifterhadap percepatan pembangunan di Papua. Dengan situasi yang kondusif, berbagai program pemerintah dapat berjalan lebih optimal, mulai dari pembangunaninfrastruktur, peningkatan layanan pendidikan, hingga penguatan sektor ekonomiberbasis masyarakat. Dalam konteks ini, keamanan dan pembangunan memilikihubungan yang saling menguatkan,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini