Heboh Isu Pesugihan, Karyawan Geprek Bensu Ajukan Resign, Kenapa?

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, membenarkan adanya sejumlah karyawan Geprek Bensu yang ingin mengundurkan diri (resign) setelah isu soal ‘jin penglaris’ membuat heboh publik.

Minola pun mengungkapkan keluarga karyawan yang resign tak ingin bekerja di tempat yang diisukan melakukan pesugihan.

“Saya juga konfirmasi (ke Ruben), ada beberapa karyawan juga yang mau resign. Kenapa? Karena keluarganya marah. ‘Jangan bekerja di tempat-tempat yang seperti itu’,” kata Minola di Gedung Palma One, Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu 13 November 2019.

Isu ini tentunya berdampak besar bagi nama baik restoran milik Ruben Onsu itu. Tak sedikit pula pelanggan Geprek Bensu yang menanyakan ke karyawan tentang kebenaran apakah pakai pesugihan.

“Belum lagi kemudian mereka (karyawan) ditanyakan setiap orang beli, ‘benar enggak bang? Ini enggak pakai apa-apanya?’. Pelanggan-pelanggan yang menjadi penikmat yang dijual oleh usahanya Ruben bisa-bisa jadi cemas. Jangan-jangan saya makan ini ada sesuatu yang tidak normal ini?” kata Minola.

Menurut Minola, orang yang melakukan fitnah tersebut, dalam hal ini pemilik Channel YouTube Hikmah Kehidupan, tidak memikirkan dampak yang terjadi.
Sebagai buntut dari persoalan ini, Jordi Onsu bersama Minola juga sudah melaporkan akun YouTube tersebut atas dugaan pencemaran nama baik ke Polda Metro Jaya pada Senin 11 November 2019 lalu.

“Dia mengatakan seperti ini, ‘satu minggu setelah tayang enggak ada apa-apa’. Mereka berpikir akan biasa-biasa saja. Nah, tetapi setelah kami buat laporan, mereka baru sadar bahwa apa yang dilakukan menyalahi aturan hukum. Karena kecemasan, karena ketakutan, mereka itu datang lebih dulu untuk minta maaf,” jelas Minola.

Untuk diketahui, beberapa orang yang mengaku sebagai pengelola akun Hikmah Kehidupan pun sudah bertemu dengan Minola. Mereka ingin meminta maaf kepada Ruben Onsu sebagai pemilik Geprek Bensu.

Berita Terbaru

KPU Sleman Gelar PSU pada 24 Februari 2024 di 11 TPS, PPS dan PPK Dipilih Ketat

Mata Indonesia, Sleman - KPU Sleman segera menyelenggarakan pemungutan suara ulang (PSU) dan pemungutan suara lanjutan (PSL) sesuai rekomendasi sebelumnya. Ada 11 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Bumi Sembada yang akan menjadi lokasi PSU dan PSL.
- Advertisement -

Baca berita yang ini