Heboh Foto Istri Ahok Gendong Bayi, Lahiran atau Netizen Kegocek Lagi?

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Media sosial dihebohkan dengan kabar istri Basuki Tjahaja Purnama aliah Ahok, Puput Nastiti, melahirkan. Sebab beredar foto Puput yang sedang menggendong bayi.

Foto itu diunggah akun Instgram @btp_fans_club seminggu yang lalu. Dalam foto yang diunggah, Puput yang tampak mengenakan baju batik menggendong bayi yang dibedong dengan kain berwarna biru.

Ucapan selamat pun membanjiri unggahan tanpa kalimat keterangan itu. Mereka mengira Puput sudah melahirkan dan bahkan mendoakan kesehatan anak mereka.

“Selamat buat pak ahok dan mbak puput semoga sehat selalu dan babynya juga sehat selalu🙏🙏🙏,” tulis @de.n**258.

“Selamat menjadi ibu ya mbak puput, smg kalian baby + ibu sehat” sja.,” komentar @mieladja**el.

“Selamattttt….. Senangnya pak Ahok sudah punya anak…❤ Sehat iyaa bu Puput…. 😇😇,” kata @evangeliasi**mpul.

Meskipun banyak yang mengucapkan selamat, adapula netizen yang mengungkapkan bahwa bayi tersebut bukannya bayi Ahok dan Puput, melainkan bayi teman mereka.

“Ternyata bukan bayi puput istri ahok yang lahiran 😂😂😂🙈 Itu gendong bayi temannya.,” kata @nathalia.fran**sca.

“Tuuull itu bayi temenny guuees,” kata @atinah**09.

Entahlah, sejak awal menikah hingga dikabarkan sedang mengandung, kedupan rumah tangga Ahok dan Puput tertutup untuk publik. Seperti halnya tanggal keduanya menikah yang belum lama ini baru terungkap.

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini