Haha! Pria Ini Keluarkan Jurus Transfer ‘Ilmu’ saat Hendak Ditilang, Polisi: Tilang Tetap Berjalan!

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Korlantas Polri masih akan melakukan penertiban kendaraan hingga 11 September mendatang. Polisi akan mengincar pengendara yang melanggar rambu-rambu lalu lintas, tidak memenuhi persyaratan laik jalan serta tidak dilengkapi perlengkapan standar dan surat tanda nomor kendaraan (STNK) juga akan ditindak polisi.

Berbagai video tentang berbagai aksi ngeles pengendara saat razia polisi pun beredar luas di jagat media sosial. Termasuk salah satu video yang diunggah oleh akun Instagram @ndorobeii yang memperlihatkan aksi konyol dari pengendara yang ditilang.

Dalam video yang beredar, seorang pria tampak mengeluarkan jurus-jurus gerakan dalam ilmu bela diri untuk menghindari tilang dari polisi. Salah seorang polisi mengatakan jika pria tersebut sedang mentransfer ‘ilmu’.

“Takut ditilang. Lagi transfer ilmu,” kata seoranag polisi.

Aksi lucu tersbut pun mengundang tawa dari orang di sekitarnya. Ada yang bilang jika aksi tersebut menjadi hiburan di sela-sela razia. Meskipun demikian, polisi tetap menegaskan jika tilang akan tetap berjalan, tidak ada kata damai.

“Tilang tetap berjalan tenang aja,” sahut yang lainnya.

Aksi pria tersebut pun ramai dibicarakan warganet. Banyak warganet yang menertawakan pria yang menggendong tas ransel itu.

“mgkin dia kerasukan jin penarin,” celoteh @herocloth***store.

“aduh pak polisi mbok ya lgsg dikeplak aja tuh kepalanya,” tulis @mugian**911.

“Langsung bawa aja ke Polsek langsung sadar dijamin,” komentar @stevenjuli**93.

“Kenapa sekarang banyak orang aneh macam gini. Sebegitu susahnya mengakui kesalahan,” kata @nur**_yaa.

“Malu ga sih dia bertindak kek begitu depan orang2?,” celoteh @dhaniapril***hap.

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini