Geger Kemunculan Hiu Langka Berwajah Babi yang Bikin Heboh

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Warga Italia dihebohkan dengan penampakan seekor hiu bermuka babi yang ditemukan dan ditangkap oleh Angkatan Laut (AL) Italia.

Ikan tersebut pertama kali ditemukan mengambang di atas air oleh awak kapal angkatan laut yang sedang berlabuh di Darsena Medicea, yang terletak di kota Portoferraio, pulau Elba, Italia.

Awalnya mereka kaget, beberapa saat kemudian, hewan laut yang ditangkap pada 19 agustus itu, merupakan seekor hiu yang langka.

Dilansir dari Daily Star, hewan tersebut adalah Hiu Kasar Angular atau Oxynotus centrina, yang sangat langka. Hiu tersebut biasanya menghuni kedalaman laut 700 meter di bawah ombak.

Untuk diketahui, Oxynotus centrina saat ini terdaftar sebagai hewan terancam punah oleh International Union for the Conservation of Nature (IUCN).

Warga setempat menyebutkan, hewan yang terkadang disebut sebagai Hiu Muka Babi itu, terkadang masih muncul ke permukaan meski terancam punah.

Saat ini hiu bermuka babi itu kemudian dibawa ke kantor pelabuhan untuk dipelajari.

Penemuan hiu yang disebut ‘aneh’ itu menjadi viral setelah foto-foto hiu tersebut dibagikan di media sosial, dan mendapatkan beragam komentar dari netizen.

“Ia dipanggil ikan babi karena ketika keluar dari air, ia mengeluarkan semacam gerutuan,” ujar warga bernama Yuri dari Akuarium Elba.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Perjuangkan Kesejahteraan Buruh dan Petani, Dani Eko Wiyono Siap Maju Calon Bupati Sleman Melalui Jalur Independen

Mata Indonesia, Sleman - Alumni aktivis 98 sekaligus aktivis yang selalu menyuarakan aspirasi buruh/pekerja Daerah Istimewa Yogyakarta, Dani Eko Wiyono ST. MT ini bertekad maju bakal calon bupati Sleman dalam Pilkada Sleman nanti. Dani menilai, hingga saat ini, mayoritas kehidupan buruh masih sangat jauh dari kata sejahtera. Buruh masih dianggap hanya sebagai tulang punggung ekonomi bangsa tanpa diperjuangkan nasib hidupnya.
- Advertisement -

Baca berita yang ini