Geger! Gadis Ini Bongkar Rasanya Karantina di Wisma Atlet: Kaget, Kecewa

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Belum lama ini seorang gadis di TikTok menceritakan pengalamannya saat melakukan karantina mandiri di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat. Bukan menyenangkan, melainkan pengalaman buruk yang ia dapat di rumah sakit darurat itu.

Kisahnya diunggah di akun TikTok, @sikusiiku. Ia memposting video rekaman gedung di Wisma Atlet saat malam hari dengan caption yang mencengangkan.

“Ini kalo kita spill the tea tentang Wisma Atlet, pasti bakal lebih rame dari berita Dodot,” tulisnya.

Pemilik akun itu mengaku karantina di sana cukup kacau dan mengecewakannya.

“Kaget iya, kecewa iya, kacau iya,” ungkapnya.

Meski tak menjelaskan secara detail apa keluh kesahnya di tempat itu, sejumlah netizen mengaku mendapat pengalaman serupa. Bahkan, banyak warganet mengaku di Wisma Atlet seperti tidak ada protokol kesehatan.

“Karantina serasa gak karantina, gak ada social distancing apa lagi di lift,” ungkap seorang netizen.

Tak cuma itu, banyak netizen lainnya menceritakan pengalaman buruk mereka melakukan karantina di Wisma Atlet. Mulai masalah protokol kesehatan, hingga makanan yang tak sedap.

Hingga kini, belum ada kelanjutan dari kisah gadis tersebut. Usut punya usut, ia enggan menceritakan secara detail karena takut berurusan dengan pihak berwajib.

Gimana menurut kamu?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini