Geger! Gadis Ini Bongkar Rasanya Karantina di Wisma Atlet: Kaget, Kecewa

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Belum lama ini seorang gadis di TikTok menceritakan pengalamannya saat melakukan karantina mandiri di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat. Bukan menyenangkan, melainkan pengalaman buruk yang ia dapat di rumah sakit darurat itu.

Kisahnya diunggah di akun TikTok, @sikusiiku. Ia memposting video rekaman gedung di Wisma Atlet saat malam hari dengan caption yang mencengangkan.

“Ini kalo kita spill the tea tentang Wisma Atlet, pasti bakal lebih rame dari berita Dodot,” tulisnya.

Pemilik akun itu mengaku karantina di sana cukup kacau dan mengecewakannya.

“Kaget iya, kecewa iya, kacau iya,” ungkapnya.

Meski tak menjelaskan secara detail apa keluh kesahnya di tempat itu, sejumlah netizen mengaku mendapat pengalaman serupa. Bahkan, banyak warganet mengaku di Wisma Atlet seperti tidak ada protokol kesehatan.

“Karantina serasa gak karantina, gak ada social distancing apa lagi di lift,” ungkap seorang netizen.

Tak cuma itu, banyak netizen lainnya menceritakan pengalaman buruk mereka melakukan karantina di Wisma Atlet. Mulai masalah protokol kesehatan, hingga makanan yang tak sedap.

Hingga kini, belum ada kelanjutan dari kisah gadis tersebut. Usut punya usut, ia enggan menceritakan secara detail karena takut berurusan dengan pihak berwajib.

Gimana menurut kamu?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini