Gaya Kocak Rezky Aditya Tiru Citra Kirana yang Panik di Hotel Milan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Usai sah menjadi pasangan suami istri, Rezky Aditya dan Citra Kirana terus pamer kemesraan. Lewat channel YouTube keduanya, Ciky Citra Rezky, mereka rajin menggunggah video kebersamaan mereka dalam menjalani kehidupan rumah tangga.

Salah satu yang membuat publik gemas baru-baru ini ketika Rezky Aditya menirukan kepanikan Citra Kirana saat berada di salah satu hotel di Milan, Italia.

Saat menginap di hotel tersebut Citra Kirana tiba-tiba mencium bau asap. Karena panik, Citra Kirana pun sampai nangis dan mengajak Rezky Aditya untuk ikut memerhatikan situasi tersebut.

“Jadi hotelnya semalam ada kayak kebakaran, terus suruh turun ke bawah. Gue yakin nggak ada apa-apa. Salahnya kamu adalah ngajak aku panik juga kayak kamu,” ujar Rezky Aditya.

“Oke gue ikutin, sebagai suami gue ikutin aja. Gue tidur dong jam 1 malam tetiba ada bau asap,” kata Rezky Aditya.

Dengan tingkah khas petakilannya itu, Rezky pun meniru gaya istrinya yang nangis dan panik saat ada bau asap.

“Dia bilang sambil nangis-nangis waktu gue tidur, ‘Kamu nggak ngerti banget sih yang’. Dia pergi, drama banget dong,” kata Rezky Aditya.

Melihat suaminya meniru gayanya yang sedang ngambek, Citra Kirana justru ngakak melihat tingkah suaminya tersebut.

“Kalau emang ada kebakaran, ya ambil barang penting, baju yang penting hangat, pindah hotel. Sesantai itu,” ucap Rezky.

“Ih jahat banget kamu yang, jangan pembelaan,” balas Citra Kirana.

“Luar biasa kamu yang, bukan berarti aku nggak cinta, aku cinta banget sama kamu yang. Tapi kamu lucu banget. Nangis dengan drama, drama banget. Gue pikir ini akting apa nggak?” tambahnya.

Kelakuan Rezky Aditya ini pun membuat ngakak netizen yang menonton tingkah lakunya itu.

Berita Terbaru

Ramadan: Menanam Benih Toleransi, Menggugurkan Akar Radikalisme

Oleh: Juana Syahril)* Bulan Ramadan tidak hanya menjadi momentum ibadah spiritual bagi umat Islam, tetapi juga ruang refleksi untuk memperkuat nilai-nilai sosial seperti toleransi dan pengendalian diri. Di tengah meningkatnya polarisasi di era digital, semangatRamadan dapat menjadi fondasi penting untuk mencegah berkembangnya pahamradikalisme dalam masyarakat. Anggota Komisi Perempuan Remaja, dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (MUI), Rabicha Hilma Jabar Sasmita mengatakan bahwa toleransi beragama di Indonesia pada dasarnya bukanlah sesuatu yang baru. Sejak lama masyarakatIndonesia telah hidup dalam keberagaman dan mampu menjalin kehidupan sosialyang harmonis. Keberagaman suku, agama, dan budaya menjadi bagian dariwarisan peradaban yang telah membentuk karakter masyarakat Nusantara. Dalam pandangannya, kehidupan masyarakat Indonesia sejak dahulu telahmencerminkan praktik toleransi yang kuat. Masyarakat terbiasa hidup berdampinganmeskipun memiliki latar belakang keyakinan yang berbeda. Tradisi tersebut juga sejalan dengan nilai-nilai keislaman yang memandang keberagaman sebagai bagiandari kehendak Tuhan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini