Gak Tahu Malu, Wanita di Magelang Pamer Celana Dalam saat Naik Motor

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Vidoe seorang wanita yang pamer celana dalam saat tengah mengendarai motor menghebohkan jagat media sosial. Usut punya usut, aksi tak tahu malu ini terjadi di Magelang, Jawa Tengah.

Video viral itu salah satunya diunggah oleh akun @magelangzone pada Selasa 15 September 2020. Terlihat si wanita yang mengendarai Honda Beat itu memakai baju lengan panjang dan rok mini berwarna hitam.

“Sebuah video TikTok menunjukkan seorang perempuan diduga di Kota Magelang, menaiki motor sambil memamerkan celana dalamnya,” tulisnya.

Sambil berkendara, wanita berambut panjang tersebut memperlihatkan celana dalamnya. Ia mengangkat rok hingga seluruh pakaian dalamnya terlihat.

Aksinya kemudian direkam pengendara motor lain yang berada di belakang si perempuan. Tak terlihat sedikitpun rasa malu, wanita malah semakin menambahkan aksinya diduga demi konten di media sosial.

Bukan hanya sekali si wanita itu melakukan aksi memalukan diri sendiri ini. Saat ia berkendara di lokasi jalan yang lain, perempuan tersebut kembali memamerkan celana dalamnya.

Hingga berita ini ditulis belum ada klarifikasi dari wanita dalam video ataupun si pengunggah rekaman tersebut. Namun, melalui akun Instagram @polsekmagelangselatan, pihak kepolisian turun tangan memburu pelaku dalam video tersebut.

“Ayo Mba Ida, di klarifikasi video viralmu biar warganet tidak salah paham dan tidak ada yang mengikuti jejakmu yang mbebayani.” tulis akun tersebut.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Hilirisasi untuk Ekonomi yang Lebih Sejahtera

Oleh: Yusuf Rinaldi)* Transformasi ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir semakinmenunjukkan arah yang jelas, yaitu dengan memperkuat nilai tambah sumber dayaalam melalui strategi hilirisasi. Kebijakan ini bukan sekadar agenda industrialisasibiasa, melainkan fondasi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.  Dalam konteks ekonomi global yang semakin kompetitif, langkah pemerintahmempercepat hilirisasi menjadi salah satu strategi paling rasional untuk memastikankekayaan alam Indonesia benar-benar memberi manfaat optimal bagi masyarakat. Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya untuk memperkuat peranPerusahaan Mineral Nasional (Perminas) sebagai instrumen negara dalammengelola sumber daya mineral secara lebih terintegrasi. Langkah ini sangat penting mengingat selama bertahun-tahun Indonesia lebihbanyak mengekspor bahan mentah tanpa nilai tambah yang signifikan. Denganpenguatan Perminas, pemerintah ingin memastikan bahwa pengelolaan mineral tidak lagi berhenti pada aktivitas eksplorasi dan penambangan, tetapi dilanjutkanhingga tahap pengolahan industri bernilai tinggi di dalam negeri. Presiden menekankan bahwa penguatan Perminas akan menjadi kunci bagiterciptanya pengelolaan sumber daya mineral yang lebih terpadu. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi mampu berkembangmenjadi pusat produksi dan inovasi industri mineral di tingkat global. Langkah inisemakin relevan jika melihat tren investasi nasional. Data terbaru menunjukkanbahwa sektor hilirisasi menyumbang sekitar Rp584,1 triliun atau 30,2 persen daritotal realisasi investasi nasional pada 2025. Angka tersebut mencerminkan bahwatransformasi ekonomi berbasis nilai tambah mulai memberikan dampak nyata bagipertumbuhan ekonomi. Selain penguatan kelembagaan, pemerintah juga mendorong pembangunaninfrastruktur industri melalui pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK). Pemerintah saat ini tengah menunggu persetujuan Presiden atas pembentukanenam KEK baru yang akan difokuskan pada industri berbasis energi dan manufakturberteknologi tinggi. Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, menjelaskan bahwa seluruh kajian teknis telah rampung dan kinimenunggu keputusan presiden. Ia mengatakan pihaknya sedang mengusulkan adaenam KEK baru yang akan diresmikan atau disetujui oleh Presiden. Keenamkawasan tersebut akan tersebar di berbagai wilayah strategis, termasuk Kalimantan, Sulawesi, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Fokus industrinya meliputi pengembangankendaraan listrik, smelter pengolahan mineral strategis seperti nikel, hinggapengembangan energi hijau. Strategi ini tidak hanya memperkuat hilirisasi, tetapijuga menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah. Secara kinerja,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini