Gagah Berani, Remaja 14 Tahun Tembak Perampok Usai Sang Ibu Dicekik

Baca Juga

MATA INDONESIA, PHILADELPHIA – Seorang remaja berusia 14 tahun dengan gagah berani menghadapi calon perampok yang mencoba mencekik ibunya. Diketahui, sang ibu merupakan pegawai di toko pizza di daerah Philadelphia, Amerika Serikat (AS).

Diceritakan bahwa tiga pria memasuki sebuah toko pizza di lingkungan Spring Garden dan meminta uang kepada pegawai toko. Seorang pegawai perempuan mengatakan kepada para perampok bahwa ia tidak dapat membuka mesin uang tanpa kode.

Sementara pegawai lain mengungkapkan bahwa salah satu dari tiga tersangka mendatangi konter dan mulai mencekik pegawai perempuan. Menyaksikan kejadian tersebut, sang putra yang kebetulan berada di toko kemudian mengambil pistol dari bawah konter dan menembak seorang perampok.

“Ia mengambil pistol dari bawah konter dan menembak tersangka, memukul wajahnya, dan membuat ketiga tersangka melarikan diri dari tempat kejadian,” kata polisi, melansir Washington Examiner.

Aparat kepolisian merespons panggilan toko pizza tersebut sekitar pukul 10.00 malam waktu setempat. Di mana mereka kemudian menemukan jejak darah yang mengarah dari toko pizza ke pintu masuk stasiun kereta bawah tanah.

Polisi menemukan dan menangkap salah satu tersangka, yang mengalami pendarahan parah, di dekat pintu masuk stasiun kereta bawah tanah. Pihak kepolisian juga menemukan uang hasil rampokkan di sakunya, namun tidak ada senjata api.

Tersangka saat ini dalam kondisi kritis di Rumah Sakit Jefferson. Polisi mengidentifikasi tersangka dengan menggunakan rekaman keamanan, sebagai seseorang yang masuk dalam daftar buruan atas kasus perampokkan di sebuah apotek.

Diduga ketiga pria yang sama terlibat dalam kedua perampokan tersebut. Petugas berwenang berusaha melacak dan memewancarai pelanggan yang berada di toko pizza saat kejadian.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini