Entah Apa yang Merasukinya! Kakak Ini Seret Adiknya Sendiri di Jalan Beraspal

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Warganet dibuat geram dengan video seorang kakak yang menyeret adiknya sendiri di jalanan beraspal.

Aksi ini terjadi Tigabaru/Sikoning, Kecamatan Pegagan Hilir, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, pada Rabu 2 Oktober 2019 dan langsung diunggah oleh akun Facebook Putri Hasibuan.

Dalam video berdurasi 46 detik yang diunggah Putri, terlihat seorang pria menyeret wanita di jalan beraspal. Dalam caption-nya, Putri menuliskan bahwa pria yang ada di dalam video tersebut adalah kakak dari gadis yang sedang diseret.

Adiknya pun diseret hingga menangis tersedu-sedu. Sambil merekam, tangis Putri pun ikut pecah melihat gadis itu meronta-ronta. Ia pun sempat memanggil dan memohon kepada kakak korban untuk menghentikan aksinya.

“Kenapa kalian terima dia, enggak ada permisi kalian,” ucap lelaki dalam video tersebut.

Menurut postingan Putri, si kakak marah kepada adiknya yang meminta pulang ke Pekanbaru untuk menemui orang tua mereka.

Hingga berita ini ditulis, video yang dibagikan Putri Hasibuan ini telah ditonton 386 ribu kali serta mendapat 4,6 ribu komentar serta 3,2 ribu kali dibagikan.

Penjelasan lengkap Putri bisa dilihat pada postingannya dibawah ini:

Sementara dari unggahan Putri keesokan harinya, Kamis 3 Oktober 2019, nampaknya pihak kepolisian sudah mendatangi kakak beradik itu. Kedatangan anggota polisi tersebut diketahui untuk memediasi keduanya.

 

Berita Terbaru

Pengalihan Distribusi Minyakita: Masyarakat Lebih Mudah Dapatkan Minyak Goreng Terjangkau

Oleh : Nindia Rizki Fitri*Pemerintah mempertegas komitmennya dalam menjaga keterjangkauan kebutuhan pokokmasyarakat melalui kebijakan pengalihan seluruh pasokan Minyakita ke pasar rakyat. Langkahtersebut menjadi strategi yang tepat untuk memastikan minyak goreng bersubsidi benar-benardapat diakses oleh masyarakat luas, khususnya kelompok berpenghasilan menengah ke bawahyang selama ini sangat bergantung pada ketersediaan bahan pokok dengan harga terjangkau. Kebijakan ini juga mencerminkan keseriusan pemerintah dalam memperbaiki tata keloladistribusi pangan agar lebih efektif, tepat sasaran, dan mampu menjawab berbagai tantanganyang muncul di lapangan.Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan bahwa seluruh pasokan Minyakita kinidifokuskan untuk pasar rakyat sehingga masyarakat lebih mudah memperoleh minyak goreng dengan harga terjangkau. Kebijakan ini sekaligus menghentikan alokasi Minyakita untukprogram bantuan pangan dan mengarahkan distribusinya langsung kepada konsumen melaluijaringan perdagangan rakyat. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah berupayamemastikan komoditas strategis ini hadir di tempat yang paling dekat dengan kebutuhanmasyarakat sehari-hari.Pengalihan distribusi ini juga memperlihatkan adanya pendekatan yang lebih adaptif dalampengelolaan bantuan pangan. Pemerintah tidak lagi bergantung pada satu jenis komoditastertentu, melainkan menyesuaikan bantuan dengan kondisi pasar dan kebutuhan masyarakat. Ketika harga suatu komoditas mengalami penurunan, pemerintah dapat melakukan penyerapanmelalui berbagai program sosial, termasuk program Makan Bergizi Gratis. Pendekatan ini tidakhanya membantu menjaga daya beli masyarakat, tetapi juga memberikan perlindungan kepadapetani dan peternak agar harga produk mereka tetap stabil.Dari perspektif ekonomi rakyat, keberadaan Minyakita di pasar tradisional memiliki arti yang sangat penting. Pasar rakyat masih menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat Indonesia, terutama di daerah-daerah yang belum sepenuhnya terjangkau oleh jaringan ritel modern. Dengan memastikan pasokan Minyakita tersedia secara memadai di pasar rakyat, pemerintahsecara tidak langsung memperkuat peran pasar tradisional sebagai pilar ekonomi kerakyatan. Pedagang kecil memperoleh kepastian pasokan, sementara masyarakat mendapatkan aksesterhadap kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.Keberhasilan kebijakan ini tentu tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak. Kementerian Perdagangan terus melakukan koordinasi dengan produsen,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini