Duh! Selebgram Ini Ngakunya Liburan Mewah di Bali, Nyatanya Cuma Numpang Foto di IKEA

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Jangan mudah percaya semua yang Kamu lihat di Internet, termasuk postingan teman-temanmu di media sosial. Bisa saja semua hanya rekayasa semata. Seperti halnya yang dilakukan Selebgram bernama Natalia Taylor.

Taylor dengan sengaja mengunggah beberapa foto yang menampilkan dirinya sedang liburan mewah di Bali. Padahal aslinya ia hanya numpang foto di IKEA, toko furniture terkenal asal Swedia.

Taylor memposting beberapa foto ke halaman Instagram-nya, ia mengklaim sedang berlibur di Bali. Kumpulan foto pertama hanya diberi judul, “Ratu telah tiba.”

View this post on Instagram

The queen has arrived ?? #bali

A post shared by Natalia Taylor (@natalia__taylor) on

Berbagai foto menunjukkan Taylor yang sedang berpose di IKEA. Foto-foto tersebut diambil dengan hati-hati untuk memotong sebagian besar tanda-tanda harga alias price tag yang ada di toko. Berdasarkan komentar, tampaknya pengikutnya percaya dia benar-benar berada di Bali.

Taylor juga memposting video ke halaman YouTube-nya, di mana dia menggambarkan Bali sebagai tempat sempurna untuk memalsukan liburan influencer dan membohongi semua pengikutnya di Instagram. Dia kemudian menjelaskan bahwa maksud dari video ini adalah untuk melihat apakah dia benar-benar dapat memalsukan liburannya.

“Begitu banyak influencer sekarang ini benar-benar terjebak dalam tindakan berpura-pura berada di tujuan ketika mereka benar-benar tidak, dan itu hanya Photoshop atau bahkan bukan mereka,” katanya.

Video menunjukkan dia berkeliling IKEA terdekat dan memamerkan berbagai pose, semua sementara pelanggan terus berbelanja di sekelilingnya. Dia bahkan membuat beberapa gambar agar terlihat diambil di kamar mandi.

Sementara mereka bekerja keras untuk membuat foto terlihat otentik, Taylor mengatakan dia sengaja mengatakan kepada fotografernya untuk meninggalkan beberapa petunjuk bahwa dia sebenarnya berada di IKEA.

Meskipun demikian, para pengikutnya tampaknya percaya foto-foto itu saat ia menggambarkannya secara online.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Penguatan Resiliensi Media Dukung Ketahanan Nasional di Ruang Digital

Oleh: Nazira Billa Putri )*Transformasi digital telah membuka peluang besar bagi masyarakat untukmemperoleh informasi secara cepat dan luas. Di sisi lain, perkembangantersebut juga memunculkan tantangan berupa penyebaran hoaks, misinformasi, dan disinformasi yang semakin sulit dibedakan dariinformasi yang benar. Dalam situasi seperti ini, penguatan resiliensi media menjadi faktor penting untuk mendukung ketahanan nasional di ruangdigital sekaligus menjaga kualitas informasi yang diterima masyarakat.Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam membangunekosistem informasi yang sehat melalui penguatan peran media danpeningkatan kualitas layanan digital. Langkah tersebut menjadi bagiandari strategi nasional untuk memastikan ruang digital Indonesia tetapmenjadi sarana yang aman, produktif, dan mampu memperkuat persatuanbangsa di tengah derasnya arus informasi global.Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasidan Digital, Fifi Aleyda Yahya, menegaskan bahwa pers memiliki posisistrategis sebagai benteng pertahanan dalam menghadapi hoaks dandisinformasi. Menurutnya, media yang menjalankan fungsi jurnalistiksecara profesional menjadi garda terdepan dalam menjaga kualitasinformasi yang beredar di tengah masyarakat.Fifi menilai kecepatan perkembangan teknologi tidak boleh mengurangikomitmen terhadap akurasi informasi. Karena itu, pemerintah bersamainsan pers memiliki tanggung jawab yang sama untuk memastikan setiapproduk jurnalistik tetap mengedepankan kepentingan publik sertamemberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat. Pendekatan tersebutmenjadi semakin penting ketika ruang digital dipenuhi arus informasi yang bergerak sangat cepat dan tidak seluruhnya melalui proses verifikasi.Pandangan serupa disampaikan Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat,yang menilai pers tetap menjadi kebutuhan penting masyarakat di tengahledakan informasi digital. Menurutnya, informasi kini telah menjadikebutuhan mendasar sehingga masyarakat membutuhkan sumberinformasi yang dapat dipercaya sebagai rujukan dalam memahamiberbagai peristiwa.Di tengah meningkatnya volume informasi, keberadaan media profesionalmenjadi penentu kualitas ruang publik. Media yang mengedepankanprinsip verifikasi, keberimbangan, dan tanggung jawab sosial akanmemperkuat kepercayaan masyarakat sekaligus mengurangi ruang bagiberkembangnya informasi yang menyesatkan.Upaya memperkuat ketahanan informasi juga didukung melalui berbagaiinovasi digital yang dikembangkan pemerintah. Pengakuan internasionalterhadap tiga inovasi Indonesia dalam ajang World Summit on the Information Society (WSIS) Prizes 2026 menjadi bukti bahwa transformasidigital nasional semakin mampu menghadirkan solusi yang bermanfaatbagi masyarakat.Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menilai pencapaiantersebut menunjukkan kualitas inovasi digital...
- Advertisement -

Baca berita yang ini