Dikirimi Foto Tak Senonoh Oleh Teman Cowok di FB, TKW Cantik Ini Geram hingga Akhirnya Viralkan Akun Pelaku

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pengalaman tak menyenangkan dialami pemilik akun Facebook Chynty Mueentul yang bernama asli Chindy. Cewek cantik yang berprofesi sebagai TKW di Hong Kong ini mencurahkan kekesalannya usai diperlakukan tak sopan oleh seorang teman di Facebook.

Berawal dari adanya akun baru seorang pria yang meminta pertemanan. Usai dikonfirmasi oleh Chindy, ternyata akun bernama Juna Juna itu langsung mengirimkan pesan ke inbox Chindy.

Alangkah kagetnya Chindy, setelah tahu jika yang dikirim akun cowok tersebut adalah gambar tak senonoh.

“Orang baru di confirm kok langsung inbok kayak gitu,” kata Chindy menunjukkan foto pria ganteng semi-telanjang dan mempertontonkan kemaluannya, dikutip Minggu, 2 Agustus 2020.

Chindy pun geram. Ia lantas memposting ungkapan kemarahan dan sindiran di beranda Facebooknya.

“Halo Mas Juna Juna yg ganteng, apakah b**ung anda butuh kurungan atau butuh jepitan, rumangsamu fbku Tempat pengiriman mnuk pie obah Ko podo di imbok ne mnukmu, lewat branda apa gk bisa, ya Allah orang2 Mah pada DPT daging korban lah aku DPT m*nuk beo. Rupamu ganteng tp utekmu koyo (sensor) Ndang sopo neh seng pengen viral kene,” tulis Chindy.

Postingan Chindy itu lantas banyak dibagikan ulang oleh berbagai grup Facebook hingga akhirnya viral.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Ramadan: Menanam Benih Toleransi, Menggugurkan Akar Radikalisme

Oleh: Juana Syahril)* Bulan Ramadan tidak hanya menjadi momentum ibadah spiritual bagi umat Islam, tetapi juga ruang refleksi untuk memperkuat nilai-nilai sosial seperti toleransi dan pengendalian diri. Di tengah meningkatnya polarisasi di era digital, semangatRamadan dapat menjadi fondasi penting untuk mencegah berkembangnya pahamradikalisme dalam masyarakat. Anggota Komisi Perempuan Remaja, dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (MUI), Rabicha Hilma Jabar Sasmita mengatakan bahwa toleransi beragama di Indonesia pada dasarnya bukanlah sesuatu yang baru. Sejak lama masyarakatIndonesia telah hidup dalam keberagaman dan mampu menjalin kehidupan sosialyang harmonis. Keberagaman suku, agama, dan budaya menjadi bagian dariwarisan peradaban yang telah membentuk karakter masyarakat Nusantara. Dalam pandangannya, kehidupan masyarakat Indonesia sejak dahulu telahmencerminkan praktik toleransi yang kuat. Masyarakat terbiasa hidup berdampinganmeskipun memiliki latar belakang keyakinan yang berbeda. Tradisi tersebut juga sejalan dengan nilai-nilai keislaman yang memandang keberagaman sebagai bagiandari kehendak Tuhan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini