Dikasih Uang Rp 10 Ribu oleh Anak Kecil, Teuku Wisnu Disangka Tukang Es Doger

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Pada 13 Agustus kemarin, Teuku Wisnu mengunggah sebuah video pada akun Instagram pribadinya, @taukuwisnu. Pada video yang dibagikan itu, hal yang tak disangka-sangka pun terjadi. Teuku Wisnu dikira tukang es doger oleh seorang anak kecil.

Ketika sedang berbincang tiba-tiba saja Teuku Wisnu dihampiri  oleh seorang anak laki-laki. Dengan polosnya, anak itu menyerahkan selembar uang kertas nominal Rp 10 ribu kepada Wisnu. Suami dari Shireen Sungkar ini pun tampak kebingungan dan menanyakan alasan dirinya diberi uang.

“Untuk apa ini?,” tanya Wisnu.

“Untuk beli es krim (es doger maksudnya),” jawab anak itu.

“Untuk beli apa? Es doger? (Dikira) Tukang doger,” kata Wisnu sambil tertawa.

Wisnu dan orang-orang disekitarnya pun ikut tertawa. Anak kecil itu mengira jika Wisnu adalah tukang es doger. Bahkan, anak tersebut pun ogah ketika disuruh ibunya untuk foto bersama Wisnu.

Dalam unggahannya, Wisnu menjelaskan bahwa pada saat itu ia sedang bersantai di depan Masjid Al-Lathiif, Bandung, Jawa Barat, usai menikmati es doger. Ia pun mengaku sempat kaget dan syok lantaran dikira tukang es doger.

“Emang tampangku pas ya utk jadi tukang doger?? Tapi aku berhusnudzon saja, Bahwa biasanya anak kecil itu nyaman nya dengan orang yg baik, bertampang teduh, dan gagah seperti super hero. Dan dia melihat nya di diriku diantara orang-orang yg ada duduk disitu,” tulis Wisnu.

Unggahan tersebut pun mengundang reaksi, terutama ledekan dari para penggemar dan teman-teman Wisnu, salah satunya Arman Maulana.

“Hahahahaha epikkkkk,” tulis @armandmaulana04.

“Sabar mas, anak-anak polos, gak pernah salah menilai bakat mas..,” tulis @felixsiauw.

“Anak kecil cenderung expresif dan langsung dari hati,” tulis @steven.indra.wibowo.

 

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini