Dibilang Gak Pakai Celana, Hilda Vitria ‘Gas’ Netizen dengan Balasan Menohok

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Mantan kekasih Billy Syahputra, Hilda Vitria tengah menjadi bahan perbincangan netizen. Pasalnya, aktris 24 tahun tersebut mengunggah foto yang menimbulkan beragam respon dari warganet.

Foto yang diunggahnya melalui Instagram itu menampilkan Hilda yang menggunakan hoodie besar berwarna pink dan hot pants denim. Dengan hoodie yang besar dan pendeknya hot pants yang ia kenakan, membuat Hilda terlihat seperti tidak menggunakan celana.

“Have a good day❤️🤘🏻” tulis Hilda di sebuah foto yang diunggahnya.

View this post on Instagram

Have a good day ❤️??

A post shared by hilda vitria khan ??|?? (@hvkhildavitriakhan) on

Tak sedikit netizen yang nyinyir mengenai foto tersebut. Salah satunya adalah pemilik akun Instagram dengan username @rohmanta**hman, yang memberikan komentar, “gak pake celana kog bangga”.

Komentar tersebut langsung dibalas oleh sang aktris. “Bangga lah gw sukses berate ngebuktiin klo mata lu kotok, ke dokter gih periksa,” balasnya.

Ada pula netizen yang mengaku sempat menjadi fans, merasa kecewa karena unggahan wanita blasteran Pakistan tersebut. “Ka hilda. Awalnya fans. Tp liat kk kaya gitu pose nya aslii jg ilfeel ..” respon akun dengan username @faraha**fia.

Hilda pun membalas komentar tersebut. “deuh ribet . Unfoll lah. Gw kaga minta di idolain😪🤤” tulisnya.

Merasa belum puas menanggapi nyinyiran netizen, Hilda langsung ngegas dengan mengunggah kembali foto yang lebih terlihat kalau dia tidak mengenakan bawahan. Caption yang ditulisnya seakan-akan dijadikannya tamparan baginya untuk warganet.

“Lempar 1 lagi nih… biar kenyang netijen +62 sarapan nya pagi2 debatin celana 🤣👻🐒🤪 (selamat menikmati keributan di comment sblm nya dan selanjut nya 🤪🤣😘)



-#enjoymylife😎🤘🏻,” tulis dia.

Berita Terbaru

Perpres Ojol Jadi Terobosan Perlindungan Pekerja Gig Economy

Oleh: Alexandro Dimitri*)Transformasi digital telah melahirkan wajah baru dunia kerja di Indonesia. Jutaanmasyarakat kini menggantungkan penghasilan dari sektor ekonomi berbasis platform atau gig economy, mulai dari pengemudi ojek online, kurir, hingga pekerja lepasberbasis aplikasi. Namun di balik fleksibilitas yang ditawarkan, selama bertahun-tahunmuncul perdebatan mengenai perlindungan sosial, kepastian pendapatan, sertapembagian keuntungan yang lebih adil bagi para pekerja digital tersebut.Dalam konteks itulah, lahirnya Peraturan Presiden tentang perlindungan pekerjatransportasi online dan penetapan batas komisi aplikator maksimal 8 persen menjadisalah satu terobosan kebijakan paling penting dalam sejarah perkembangan ekonomidigital Indonesia. Kebijakan ini tidak hanya menyentuh aspek kesejahteraan pengemudiojek online, tetapi juga menunjukkan keberpihakan negara terhadap pekerja di sektorinformal modern yang selama ini berada di wilayah abu-abu regulasi. Langkah pemerintah ini sekaligus menandai perubahan paradigma bahwaperkembangan teknologi dan inovasi digital tidak boleh mengorbankan aspek keadilanekonomi. Pertumbuhan industri digital harus berjalan beriringan dengan perlindunganterhadap pihak yang menjadi tulang punggung operasional ekosistem tersebut.Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menilai penyesuaian komisi aplikatormerupakan aspirasi yang telah lama disuarakan para pengemudi dan membutuhkankeberanian politik untuk diwujudkan. Menurutnya, DPR bersama pemerintah telahmelakukan serangkaian pembicaraan dengan perusahaan aplikator agar terciptaformula yang lebih seimbang antara keberlanjutan bisnis dan kesejahteraan mitrapengemudi.Dasco juga menegaskan bahwa kesepakatan penurunan komisi menjadi 8 persenbukan sekadar janji politik, melainkan langkah konkret yang akan mulaidiimplementasikan pada 1 Juli 2026. Ia melihat kebijakan tersebut sebagai bagian dariupaya membangun ekosistem transportasi digital yang lebih sehat dan berkeadilan. Dalam berbagai kesempatan, Dasco turut menekankan pentingnya melibatkanorganisasi pengemudi dalam setiap proses perumusan kebijakan agar keputusan yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kebutuhan di lapangan. Keberhasilan mempertemukan kepentingan negara, pekerja,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini