Curhatan Raul Lemos Soal Hidup dalam Pernikahan, Begini Jawaban Krisdayanti

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Setelah beberapa waktu lalu terus diterpa isu miring terkait rumah tangganya, Raul Lemos kembali menuliskan status di Instagram soal pernikahan. Menurut suami Krisdayanti ini tak mudah menjalani bahtera rumah tangga.

Di akun Instagramnya, Raul Lemos mengunggah foto dirinya yang sedang digandeng Krisdayanti. Dalam captionya, Raul mengatakan kekompakan suami istri adalah musuhnya setan.

“Menjalani hidup dalam pernikahan tidaklah gampang, tapi ketika kita selalu bergandengan tangan maka akan punya energi. Kekompakan suami istri itu musuhnya setan! Setan sgt benci itu, sebab setan & kawan2 ingin setiap pasangan itu bercerai,” tulis dia pada postingan yang diunggah pada Jumat, 22 November 2019.

Pria 49 tahun ini meminta setiap pasangan suami istri bisa mempunyai kekompakan masing-masing. Hal ini dilakukan agar terhindar dari godaan setan.

“Karena jika mereka sudah berselisih hati & bercerai maka sgt gampang menggodanya ke kubangan dosa. Saat itulah para setan akan bertepuk tangan kegirangan,” jelasnya.

Raul juga berharap agar pasangan suami istri di luar sana bisa terhindar dari cobaan setan.

“Semoga kami dapat terhindar dari segala macam cobaan. Salam Jumat penuh berkah,” tukasnya.

Dalam kolom komentar unggahan Raul Lemos, Kridayanti menjawab, “jumat barokah, alhamdulillah terimakasih amor @raullemos06 juga atas perhatian & doa IGers semua.”

Tak hanya itu, ibunda dari Ariannha Amora Lemos dan Kellen Alexander Lemos ini pun merepost unggahan sang suami.

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini