Curhat Soal Autoimun dan Bahas Penyakit ‘Kiriman’, Ashanty: Ya Allah Aku Dosa Apa?

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Melalui Channel YouTube The Hermansyah A6, Ashanty buka sesi tanya jawab soal soal penyakit autoimun yang diidap. Adapun pertanyaan yang diajukan berasal dari orang-orang yang penasaran terhadap penyakit yang diidapnya.

Dalam video tersebut, Ashanty mengaku perasaannya sangan berkecamuk saat pertama kali didiagnosis mengidap autoimun. Berbekal rasa penasaran hingga akhirnya mencari tahu lewat Google soal penyakitnya itu, Ashanty mendapati dirinya mungkin saja tidak sembuh.

Hal itu membuat dirinya semakin drop. Tak mudah bagi Ashanty untuk menerima kenyataan tersebut, terlebih dia memikirkan bahwa anak-anaknya saat ini masih kecil. Saking sedihnya, Ibunda Arsy ini pun sampai mempertanyakan kepada Tuhan tentang dosa yang pernah dibuatnya di masa lalu.

“Pertama kali dikasih tahu aku googling kan. Ternyata bisa aja nggak sembuh, bisa mematikan, di situ aku drop banget. Karena aku merasa ‘waduh ya Allah aku dosa apa ya? Anak masih kecil-kecil juga’. Banyak deh berkecamuk perasaan nggak enak,” ungkap Ashanty seperti dikutip di channel YouTube The Hermansyah A6 pada Selasa 26 November 2019.

Kini Ashanty perlahan menerima sakit yang diidapnya. Ia menjalani pengobatan sekaligus pemeriksaan rutin dan berharap semua akan baik-baik saja.

Menjalani kehidupan menjadi seorang public figur membuat Ashanty harus kebal dengan omongan miringnya. Ditengah-tengah musibah soal penyakitnya, ada saja netizen yang berspekulasi penyakitnya adalah penyakit ‘kiriman’ dari orang yang berniat buruk.

Menanggapi hal tersebut, istri Anang Hermansyah ini mengaku gelisah dengan penilaian-penilaian tersebut.

“Ini pertanyaan yang banyak banget (muncul) dan mengganggu pikiranku sih. Maksudnya gini, aku bukan nggak percaya hal-hal begitu. Mungkin ada hal-hal itu apalagi kita mempercayai hal-hal gaib kan ada, tapi balik lagi kalau aku diminta mempercayai sesuatu yang nggak kelihatan, aku jadi tambah gila,” ungkap Ashanty.

“Jadi aku berfikir sekarang aku mendekatkan diri sama Allah dengan cara-cara yang aku lakuin sekarang, banyakin beramal, salatnya dibenerin lagi, itu aja,” imbuhnya.

Ashanty yakin jika benar ada yang sengaja mengiriminya hal-hal buruk, hanya Tuhan yang dapat menjadi penolong.

“Enggak ada siapapun yang bisa yang bisa membantu kita dari mistis-mistis ini kecuali dari kedekatan kita sama Allah. Kalaupun ada yang enggak suka ya dimaafkan aja semoga dapat hidayah dari Allah” tukas Ashanty.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini