Cerita Jokowi Menolak Tidur di Kamar Hotel Mewah Bertarif Rp 20 Juta Per Malam

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Pengusaha kondang yang juga pemilik hotel bintang 5 di Surabaya, Tung Desem Waringin berbagi cerita menarik seputar Presiden Jokowi yang pernah beberapa kali menyewa kamar hotel miliknya.

Dalam sebuah vlog milik Youtuber Rico Huang yang diunggah baru-baru ini, Tung Desem mengungkapkan permintaan unik yang disampaikan Presiden Jokowi saat menginap di Vasa Hotel miliknya.

Dalam tayangan vlog itu terlihat Tung Desem mengajak Youtuber Rico Huang napak tilas ke kamar hotel yang pernah diinapi Jokowi.

“Hotel ini tu keren banget ya pak, bocoran aja nih guys, hotel ini ternyata itu sudah pernah ditempati oleh Pak Presiden Joko Widodo 3 kali!” kata Rico Huang, dikutip Senin, 13 Mei 2019.

“Iya, jadi Pak Jokowi itu sudah pernah pakai kamar di hotel kita itu tiga kali, ada pak Wiranto juga dan menteri-menteri lainnya,” sahut Tung Desem.

Tung pun menjelaskan bahwa saat menginap di hotel tersebut Jokowi tak mau menggunakan kamar Presidential Suite yang ditawarkan. Ia justru meminta kamar yang kelasnya berada di bawah Presidential SUite.

“Jadi kamar yang sering dipesan oleh pak Jokowi itu adalah tipe 11-22,” kata Tung Desem.

“Tapi ketika kita minta supaya dia pindah, kita tawarkan ke kamar tipe President Suite, dia itu nggak mau,” lanjutnya.

“Jadi kita itu bingung, kok dia itu nggak mau, sangat sangat sederhana, jadi ya kita (ikuti yang dia mau),” katanya lagi.

Diungkapkan Tung, Jokowi menolak menginap di kamar Presiden Suite lantaran ukurannya terlalu besar dan ia merasa tidak terbiasa.

“Dia itu cuma bilang ‘terlalu besar, terlalu besar buat saya, hotelnya besar, ndak biasa terlalu besar, saya yang kecil saja’ gitu dia ngomongnya,” ujarnya.

Padahal untuk ukuran presiden rasanya tipe Presidential Suite lah yang paling cocok. Karena tipe kamar ini merupakan tipe kamar terbaik di hotel tersebut yang dilengkapi dengan beragam fasilitas mewah. Mulai dari kamar mandi mewah dan elegan, kolam renang pribadi hingga pemandangan balcony yang istimewa.

Tung Desem pun menyebutkan tarif per malam kamar Presidential Suite di Vasa Hotel. “Ya Rp20 juta lah, itu murah meriah,” ujar Tung pada Rico yang kaget mendengar harga sewa per malam kamar tersebut.

Berita Terbaru

Pemerintah Optimalkan Sekolah Rakyat untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Oleh: Yoga Pradana SantosoPemerintah terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasionalmelalui percepatan dan optimalisasi program Sekolah Rakyat yang kini menunjukkan progressignifikan di berbagai daerah, sekaligus menjadi bukti bahwa pemerataan akses pendidikan tidaklagi sebatas wacana, melainkan telah dijalankan secara konkret dan terukur sebagai bagian dariagenda pembangunan sumber daya manusia. Dalam satu tahun terakhir, pemerintah jugamencatat berbagai keberhasilan penting, mulai dari percepatan pembangunan infrastrukturpendidikan, peningkatan akses belajar di wilayah tertinggal, hingga penguatan kolaborasi lintaskementerian yang berdampak langsung pada masyarakat, sehingga kehadiran Sekolah Rakyat menjadi simbol nyata investasi jangka panjang negara dalam menciptakan generasi yang lebihberkualitas dan berdaya saing.Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari mengungkapkan bahwa pembangunan SekolahRakyat tahap kedua terus berjalan dengan progres yang menggembirakan meskipun dihadapkanpada sejumlah tantangan di lapangan, terutama terkait kesiapan lahan dan akses menuju lokasipembangunan, sementara peran Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PekerjaanUmum Bisma Staniarto dinilai sangat krusial dalam menjaga ritme pembangunan agar tetapsesuai dengan target yang telah ditetapkan pemerintah. Ia menilai koordinasi teknis yang dilakukan secara konsisten menjadi faktor kunci dalam memastikan setiap hambatan dapatdiatasi secara terukur sehingga proyek tidak berjalan parsial, melainkan terintegrasi dari pusathingga daerah.Lebih lanjut, pembangunan Sekolah Rakyat tahap kedua tidak hanya berfokus pada penyelesaianfisik bangunan, tetapi juga memastikan kesiapan operasional agar sekolah dapat langsungdigunakan pada tahun ajaran baru 2026/2027, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan olehmasyarakat. Berdasarkan data terbaru, dari total 104 lokasi pembangunan, sebanyak 101 lokasitelah memasuki tahap konstruksi dan seluruhnya ditargetkan rampung pada 20 Juni 2026, sebuahcapaian yang menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjadikan sektor pendidikan sebagaiprioritas utama pembangunan nasional.Dalam upaya memastikan target tersebut tercapai, Muhammad Qodari menegaskan bahwaKantor Staf Presiden bersama Ditjen Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum terusmelakukan langkah konkret melalui rapat koordinasi intensif yang melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN karya dan penyedia jasa konstruksi, sehingga setiap persoalan yang muncul, baik terkait teknis, logistik, maupun kesiapan lahan, dapat dipetakan secara komprehensif danditangani dengan solusi yang jelas dan terukur.Koordinasi tersebut kemudian diperluas dengan melibatkan Kementerian Sosial, KementerianDalam Negeri, Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan, serta Zeni TNI Angkatan Darat, yang dinilai mampu mempercepat penyelesaian berbagai hambatan strategis di lapangan, termasukpembangunan akses jalan dan penuntasan persoalan lahan di sejumlah wilayah, di mana sinergilintas sektor ini menjadi kunci dalam mempercepat realisasi program secara menyeluruh danmemastikan tidak ada kendala yang berlarut-larut.Hasil dari upaya percepatan tersebut mulai terlihat di sejumlah wilayah dengan progrespembangunan yang cukup signifikan, seperti di Kalimantan Selatan yang mencapai 30,85 persen, Sulawesi Selatan sebesar 30,22 persen, serta Jawa Barat sebesar 28,07 persen, meskipunpemerintah tetap memberikan perhatian khusus pada beberapa lokasi dengan progres yang masihrendah melalui intervensi yang lebih intensif agar target penyelesaian secara keseluruhan tidakterganggu.Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan inisiatif pemerintah untuk memperluas aksespendidikan bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang terdampak bencana maupun daerahdengan keterbatasan infrastruktur pendidikan, sehingga anak-anak dari keluarga prasejahteratetap dapat memperoleh pendidikan formal yang layak. Program ini dirancang sebagai investasijangka panjang dengan target penyelesaian yang terukur agar dapat segera dimanfaatkan, sekaligus menjadi bagian dari upaya negara dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh wargatanpa terkecuali.Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah juga mempercepat penambahanprogram Sekolah Rakyat yang ditargetkan mulai beroperasi pada April 2026, di...
- Advertisement -

Baca berita yang ini