Pekan Ini, Jokowi akan Sahkan Nama Pansel KPK

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Presiden Joko Widodo berencana mengesahkan seluruh nama-nama anggota Panitia Seleksi (Pansel) calon pimpinan KPK pada pekan ini.

Sementara, nama-nama tersebut masih dalam proses penentuan. Pansel nantinya terdiri dari akademisi, NGO, pemerintah dan unsur lainnya yang dianggap perlu.

“Insya Allah minggu ini sudah ditandatangani. Tinggal kita putuskan,” kata Jokowi di Jakarta, Senin 13 Mei 2019.

Di lain pihak sebelumnya, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mendesak agar nama-nama Pansel segera terbentuk, agar penyaringan calon pimpinan KPK bisa lebih komprehensif dalam prosesnya.

“Kami dukung jika presiden segera membentuk pansel. Ini agar penyaringan jadi lebih teliti untuk 10 nama berkualitas, lalu dipilih 5 oleh DPR,” kata Bambang di Jakarta, Senin 13 Mei 2019.

Selain itu, Bambang meminta agar dalam penentuan nama-nama Pansel nantinya tak ada pembeda antara komposisi pria maupun wanita, karena yang terpenting adalah komitmen dalam pemberantasan korupsi.

Ketua DPR berharap KPK terus melanjutkan fungsinya memberantas korupsi hingga ke akarnya. Harapan itu, kata dia, bakal terwujud bila calon pemimpin KPK terpilih punya kualitas mumpuni.

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini