Bocoran Videonya dengan Raffi Ahmad Viral, Angela Lee Dituding Jadi Pelakor

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Kabar tak sedap tengah menghampiri artis cantik Angela Lee. Angela ramai dihujat netizen usai video dirinya bersama Raffi Ahmad viral di jagat maya.

Dalam video yang beredar, tampak Raffi, Angela Lee dan Lee Jeong Hoon sedang memandu sebuah acara. Di sela-sela momen tersebut mereka berfoto bareng.

Angela yang semula mengambil posisi di pinggir kemudian pindah ke depan Raffi Ahmad. Kemudian, tiba-tiba tangan Raffi terlihat memegang pinggang Angela.

Angela tampak agak risih dan kemudian menepis tangan Raffi dengan pelan. Video tersebut pun diunggah oleh akun-akun gosip dan dengan cepat menjadi viral.

Video ini lantas menuai hujatan netizen. Banyak yang menuding Raffi ganjen hingga menyebut Angela dengan sebutan pelakor.

Tak terima dengan tudingan tersebut, Angela Lee pun memberikan klarifikasinya lewat Instagram.

“Guys, netizen kearifan lokal saya kasi tahu ya, enggak level atuh ngerebut laki orang? situ tau sinetron kan? gimana sinteron peluk-pelukan. Wah dihujattttt memang saya kemarin ada peluk? Duduk juga jarak 15 cm. Astaga, orang kok kalau menggibah gosip gatel tu lidah yah,” tulis Angela.

“Be smart heloooow etdah ampun pake bawa-bawa agama lagi. Emangnya aku tu ngapain ya Allah,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Hilirisasi untuk Ekonomi yang Lebih Sejahtera

Oleh: Yusuf Rinaldi)* Transformasi ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir semakinmenunjukkan arah yang jelas, yaitu dengan memperkuat nilai tambah sumber dayaalam melalui strategi hilirisasi. Kebijakan ini bukan sekadar agenda industrialisasibiasa, melainkan fondasi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.  Dalam konteks ekonomi global yang semakin kompetitif, langkah pemerintahmempercepat hilirisasi menjadi salah satu strategi paling rasional untuk memastikankekayaan alam Indonesia benar-benar memberi manfaat optimal bagi masyarakat. Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya untuk memperkuat peranPerusahaan Mineral Nasional (Perminas) sebagai instrumen negara dalammengelola sumber daya mineral secara lebih terintegrasi. Langkah ini sangat penting mengingat selama bertahun-tahun Indonesia lebihbanyak mengekspor bahan mentah tanpa nilai tambah yang signifikan. Denganpenguatan Perminas, pemerintah ingin memastikan bahwa pengelolaan mineral tidak lagi berhenti pada aktivitas eksplorasi dan penambangan, tetapi dilanjutkanhingga tahap pengolahan industri bernilai tinggi di dalam negeri. Presiden menekankan bahwa penguatan Perminas akan menjadi kunci bagiterciptanya pengelolaan sumber daya mineral yang lebih terpadu. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi mampu berkembangmenjadi pusat produksi dan inovasi industri mineral di tingkat global. Langkah inisemakin relevan jika melihat tren investasi nasional. Data terbaru menunjukkanbahwa sektor hilirisasi menyumbang sekitar Rp584,1 triliun atau 30,2 persen daritotal realisasi investasi nasional pada 2025. Angka tersebut mencerminkan bahwatransformasi ekonomi berbasis nilai tambah mulai memberikan dampak nyata bagipertumbuhan ekonomi. Selain penguatan kelembagaan, pemerintah juga mendorong pembangunaninfrastruktur industri melalui pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK). Pemerintah saat ini tengah menunggu persetujuan Presiden atas pembentukanenam KEK baru yang akan difokuskan pada industri berbasis energi dan manufakturberteknologi tinggi. Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, menjelaskan bahwa seluruh kajian teknis telah rampung dan kinimenunggu keputusan presiden. Ia mengatakan pihaknya sedang mengusulkan adaenam KEK baru yang akan diresmikan atau disetujui oleh Presiden. Keenamkawasan tersebut akan tersebar di berbagai wilayah strategis, termasuk Kalimantan, Sulawesi, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Fokus industrinya meliputi pengembangankendaraan listrik, smelter pengolahan mineral strategis seperti nikel, hinggapengembangan energi hijau. Strategi ini tidak hanya memperkuat hilirisasi, tetapijuga menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah. Secara kinerja,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini