Bikin Ikutan Mewek, Viral Curhatan Seorang Istri yang Tak Kunjung Dapat Momongan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pasangan yang menikah pastinya mengharapkan hadirnya momongan. Namun, hingga kini masih ada para pasangan yang berusaha untuk segera memiliki buah hati.

Curhatan akun TikTok bernama Isti Roni alias @isti3355 bisa membuat Kamu menangis. Video TikTok yang dibuatnya viral lantaran menceritakan perjuangannya untuk mendapatkan momongan.

“Tiga tahun menanti riwayat pcos, semoga tahun ini aku dapat garis 2,” tulisnya dalam video, dikutip Kamis 9 September 2020.

Dilatari dengan suara teriakan seorang perempuan yang terdengar seperti sedang menangis histeris, Isti mengaku iri dengan orang-orang yang cepat dikaruniai buah hati.

“Aku ga pernah iri dengan harta dan kekayaan orang, aku cuma iri sama mereka yang dikasih kepercayaan begitu cepat,” tulis keterangan Isti yang tertempel di videonya.

Emosinya semakin menjadi-jadi, terutama saat mendengar omongan miring dari orang-orang. Dalam video, ia menunjukkan perlengkapan program hamil seperti test pack, berbagai jenis obat hingga surat periksa dokter.

“Kadang orang ngomong ga pakai dipikir. Kok belum punya anak, ga bisa punya anak ya? Sini aku ajarin,” tambahnya semakin sedih.

Dengan kesulitan yang ia hadapi saat ini, Isti berharap agar orang-orang yang ada disekitarnya bisa menjaga mulutnya dan selalu mendukung usahanya.

“Please jaga lisan kalian, kalian ga tahu gimana sakitnya hati saya, kita juga berjuang kok, kita ga diem ajah,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Isti mengatakan bahwa obat-obatan yang ia tunjukkan di videonya tersebut hanya sebagian. Sudah banyak obat yang sudah dibuangnya.

“Cukup doakan jangan menjatuhkan, karena waktu yang Allah tetapkan itu waktu yang terbaik,” harapnya.

@isti3355

tiga tahun menanti ?riwayat pcos semoga tahun ini aku dpt garis 2 ?#pcosinfertility #pejuanggaris

♬ original sound – icah marsyah – icah marsyah

Curhatan Isti pun langsung viral dan banjir simpati dari ribuan warganet. Ucapan semangat dari netizen membanjiri postingan Isti.

“Ya Allah berilah keturunan bagi mereka yang benar-benar menginginkannya. Amin YRA,” kata Bambang.

“Buat para pejuang garis 2,, mari kita saling mendoakan dan saling support karena aku juga dah hampir 10 tahun belum diamanahkan keturunan,” komentar Andrianie.

“Kadang heran sama bocil yang gampang banget buat anak sebelum nikah, tapu yang udah nikah kadang menantikannya sampai bertahun-tahun,” tulis Cayo Project.

“Aku selalu nangis kalo liat kayak ginian. Aku udah nikah selama 1 tahun 5 bulan, tapi suami sering bandingkan aku dengan teman-teman lain yang udah punya,” kata halimah bl.

“Udah mba jangan didengerin omongan orang langsung pedesin aja kalau ada yang nyakitin hati. Aku juga masih kosong udah 3 tahun. Jangan stres tetap happy ya,” komentar Mila Praw.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Targeting Nutrition: Peran MBG 3B dalam Menurunkan Stunting

Oleh : Ricky Rinaldi Stunting masih menjadi salah satu tantangan utama dalam pembangunan kesehatanmasyarakat di Indonesia. Masalah ini tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisikanak yang mengalami gangguan pertumbuhan, tetapi juga berdampak padaperkembangan kognitif, kemampuan belajar, hingga produktivitas pada masa dewasa. Karena itu, penanganan stunting membutuhkan pendekatan yang tidakhanya bersifat kuratif, tetapi juga preventif dan berkelanjutan. Dalam kontekstersebut, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan pendekatan 3B menjadibagian penting dari strategi nasional untuk memperkuat intervensi gizi sejak dini.Stunting terjadi akibat kekurangan gizi kronis yang berlangsung dalam jangkapanjang, terutama pada masa awal kehidupan anak. Faktor penyebabnya tidakhanya berkaitan dengan akses terhadap makanan, tetapi juga kualitas polakonsumsi, kondisi sanitasi, serta tingkat edukasi keluarga mengenai pentingnyanutrisi. Oleh karena itu, upaya penurunan stunting membutuhkan kebijakan yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat.Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunansumber daya manusia harus dimulai dari pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, terutama gizi anak. Peningkatan kualitas generasi muda tidak dapat dipisahkan dariupaya memastikan bahwa anak-anak tumbuh sehat sejak usia dini. Program MBG menjadi salah satu instrumen penting dalam memastikan negara hadir memberikandukungan nyata terhadap kebutuhan gizi masyarakat.Konsep MBG 3B mengacu pada pendekatan yang menitikberatkan pada makananbergizi yang baik, berimbang, dan berkelanjutan. Pendekatan ini tidak hanyamemastikan kecukupan asupan nutrisi, tetapi juga memperhatikan kualitas bahanpangan dan kesinambungan distribusi. Dengan demikian, program tidak hanyamemberikan dampak jangka pendek, tetapi juga mendukung perubahan polakonsumsi yang lebih sehat.Pendekatan baik dalam MBG 3B menekankan pentingnya kualitas makanan yang diberikan. Nutrisi yang dikonsumsi anak harus memenuhi kebutuhan dasarpertumbuhan, termasuk protein, vitamin, mineral, dan zat gizi mikro lainnya. Pemenuhan nutrisi yang tepat akan membantu memperbaiki kondisi kesehatan anakserta meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit.Sementara itu, unsur berimbang menggarisbawahi pentingnya komposisi makananyang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Asupan gizi yang hanya berfokus pada satujenis makanan tidak cukup untuk mendukung tumbuh kembang optimal. Anakmemerlukan kombinasi sumber karbohidrat, protein, lemak sehat, serta sayur danbuah agar perkembangan fisik dan mental dapat berjalan secara maksimal.Unsur berkelanjutan dalam MBG 3B menjadi faktor penting yang membedakanprogram ini dari pendekatan bantuan sesaat. Program dirancang agar dapatberlangsung secara konsisten dan terintegrasi dengan sistem pangan lokal. Dengankeberlanjutan, manfaat program tidak berhenti pada satu periode, tetapi dapat terusmendukung upaya penurunan stunting dalam jangka panjang.Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana menekankan bahwa intervensi giziharus dilakukan secara tepat sasaran dan berbasis kebutuhan masyarakat. Program MBG tidak hanya berorientasi pada distribusi makanan, tetapi juga padapembentukan pola konsumsi sehat. Dengan pendekatan berbasis data, intervensidapat diarahkan pada kelompok yang paling membutuhkan sehingga dampaknyalebih efektif.MBG...
- Advertisement -

Baca berita yang ini